Breaking News:

Ramadan 2021

Eksistensi Beduk Berusia Sekitar 90 Tahun di Masjid Jami Cikini Al Ma'mur: Dari Zaman Belanda

Tokoh nasional Hos Tjokroaminoto pernah menggebuk beduk yang kini berada di gudang Masjid Jami Cikini Al Ma'mur, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Beduk yang berusia 90 tahun ini pernah digebuk tokoh nasional Hos Tjokroaminoto pernah, di Masjid Jami Cikini Al Ma'mur, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Tokoh nasional Hos Tjokroaminoto pernah menggebuk beduk yang kini berada di gudang Masjid Jami Cikini Al Mamur, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Demikian disampaikan Ketua DKM Masjid Jami Cikini Al Mamur, Haji Syahlani, saat ditemui, Jumat (16/4/2021).

Beduk tersebut diletakkan di sana bertepatan dengan diresmikannya Masjid Jami Cikini Al Mamur, pada 1930-an.

Baca juga: Menyelami Sejarah Masjid Jami Cikini Al Mamur, Ada Andil Hos Tjokroaminoto hingga KH Agus Salim

"Tokoh besar dari pendiri Syarikat Islam Hos Tjokroaminoto pernah menggebuk beduk ini," kata Syahlani.

"Kalau usia beduk ini ya sejak 1930, berarti sekira 90-an," lanjutnya. 

Sepanjang tahun, beduk tersebut digunakan sebagai tanda bunyi salat lima waktu akan dilaksanakan.

Beduk tersebut juga menjadi saksi para tokoh nasional lainnya seperti KH Mas Mansyur dan KH Agus Salim mengusir kolonial Belanda.

Baca juga: Paguyuban Pegawai Harap Proses Seleksi Kepala ANRI Berjalan Adil dan Transaparan

Sebab, pemerintah Belanda sempat menolak pembangunan masjid tersebut sehingga para tokoh nasional itu bergerak.

"Mereka menentang Belanda dan berhasil mempertahankan bangunan masjid ini," kata dia.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved