Breaking News:

Ramadan 2021

Masih Ditemukan Puluhan Produk Pasar Terkandung Bahan Berbahaya di Kabupaten Tangerang

Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang melakukan pengecekan terhadap kualitas

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang melakukan pengecekan terhadap kualitas dan kandungan pangan dibilangan Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Loka Pengawas Obat dan Makanan (LPOM) Kabupaten Tangerang melakukan pengecekan terhadap kualitas dan kandungan pangan.

Pengecekan tersebut dilakukan didua ritel kawasan Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/4/2021).

Dalam pengawasan tersebut, pihaknya menemukan produk pangan seperti jajanan ringan dan minuman perasa yang diduga tanpa izin edar sebanyak 37 barang.

Baca juga: Subsidi Ongkir Jelang Lebaran Diharapkan Dongkrak Konsumsi Menengah Atas

Serta delapan produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan label.

Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang melakukan pengecekan terhadap kualitas dan kandungan pangan dibilangan Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/4/2021).
Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang melakukan pengecekan terhadap kualitas dan kandungan pangan dibilangan Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA)

"Kita lakukan pengecekan dan didapati adanya produk yang rusak sebanyak enam barang, lalu produk pangan tidak memenuhi ketentuan label dan produk pangan diduga tanpa izin edar," ujar Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri kepada wartawan.

"Dalam hal ini bila dirupiahkan, total temuan pemeriksaan kita mencapai Rp 8,5 juta," sambungnya.

Menurutnya, tidak hanya pada ritel modern, pengawasan pangan juga dilakukan pada sebuah pasar tradisional yang menjual bahan pembuatan takjil.

Nyatanya, ditemukan sebanyak enam sampel yang mengandung formalin hingga rhodamine B.

"Ada 40 sampel, dan kita temukan enam sampel yang mengandung bahan berbahaya, yakni rhodamine B yang terdapat pada pacar cina," terang Widya.

Sebagai informasi, pacar cina sendiri sering digunakan sebagai bahan pembuatan kolak.

Pihak POM Kabupaten Tangerang kini tengah melakukan pendataan pada barang dan pedagang.

Baca juga: Menyelami Sejarah Masjid Jami Cikini Al Mamur, Ada Andil Hos Tjokroaminoto hingga KH Agus Salim

Serta memberikan surat peringatan untuk tidak lagi menjual produk pangan yang tidak sesuai ketentuan.

"Memang kami meningkatkan pengawasan untuk mencegah adanya peredaran produk pangan yang tidak sesuai dan memberikan rasa aman, nyaman kepada masyarakat dalam membeli suatu makanan selama Ramadan," kata Widya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved