Breaking News:

Ramadan 2021

Menyelami Sejarah Masjid Jami Cikini Al Ma'mur, Ada Andil Hos Tjokroaminoto hingga KH Agus Salim

Masjid Jami Cikini Al Ma'mur berada di Jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat, memiliki sejarah menarik dalam proses pembangunannya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Masjid Jami Cikini Al Ma'mur berada di Jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat 

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Masjid Jami Cikini Al Mamur berada di Jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat, memiliki sejarah menarik dalam proses pembangunannya.

Tempat ibadah umat Muslim yang berada di pinggir jalan ini merupakan buah pikiran dari tokoh besar seperti Hos Tjokroaminoto, KH Mas Mansyur, hingga KH Agus Salim

Kepada TribunJakarta.com, Ketua DKM Masjid Jami Cikini Al Mamur, Haji Syahlani (72), menceritakan sejarah tempat ibadah tersebut.

Baca juga: Kisah Pangeran Jayakarta dan Masjid Jami Assalafiyah di Jatinegara Kaum

Dahulunya, pria bernama Haji Entong lah yang merintis cikal bakal Masjid Jami Cikini Al Ma'mur.

Haji Entong merupakan warga lokal dari Jalan Cikini Binatu.

Baca juga: Sejarah Berdirinya Masjid Jami Assalafiyah: Dibangun Tahun 1620 Setelah Pangeran Jayakarta Tiba

"Haji Entong yang saya tahu seperti itu. Dia punya kedekatan dengan para ulama dan tokoh nasional pada saat itu," kata Syahlani, di Masjid Jami Cikini Al Ma'mur, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021).

Sejarah dimulai pada 1926, Masjid Jami Cikini Al Ma'mur masih menjadi rencana. Belum berbentuk bangunan. 

Tapi lahannya itu menjadi perdebatan lantaran pemerintah Belanda yang menduduki tanah air enggan membangun masjid. 

Saat beberapa batu-bata telah terpasang, negara penjajah tersebut mengusir warga lokal agar berhenti memasang pondasi bangunan masjid.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved