Breaking News:

Angkasa Pura II Mulai Deteksi Aksi Terorisme dan Radikalisme di Bandara

PT Angkasa Pura II perketat pengawasan aksi terorisme dari sektor udara. Hal tersebut dibuktikan dengan menjalin kerja sama dengan BNPT.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Situasi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta saat puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2021 yang dipadati penumpang di tengah pandemi Covid-19, Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura II perketat pengawasan aksi terorisme dari sektor udara.

Hal tersebut dibuktikan dengan menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menjelaskan, pihaknya yang mengelola 20 bandar udara masih sangat minim soal tanggap aksi terorisme dan radikalisme.

Terutama, Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi titik vital Indonesia.

"Kerja sama ini merupakan langkah konkret kolaborasi antara AP II dan BNPT dalam mencegah dan menanggulangi terorisme dan radikalisme. Bandara harus terbesar dari potensi ancaman terorisme," ujar Awaluddin, Sabtu (17/4/2021).

Melalui kerja sama ini, lanjut dia, BNPT akan mendampingi Angkasa Pura II dalam melakukan peningkatan aspek keamanan.

Di samping itu, Angkasa Pura II dan BNPT juga akan menyusun pedoman bagi internal.

Lebih lanjut, BNPT juga akan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan Angkasa Pura II untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah radikalisme dan aksi teror.

"Materi pendidikan dan pelatihan berfokus pada kesiapsiagaan nasional dan kontra radikalisasi, untuk meningkatkan kontribusi Angkasa Pura II dalam upaya bersama pencegahan terorisme dan radikalisme," ujar Awaluddin.

Baca juga: Melihat Aktivitas Santri Pondok Pesantren Attaqwa Putra Bekasi Saat Ramadan 2021

Baca juga: Menengok Makam Keluarga Habib Ali Al Habsyi dan Wasiatnya di Masjid Jamiah Al-Riyadh

Adapun saat ini bandara-bandara AP II telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas keamanan guna mencegah dan menanggulangai aksi terorisme.

Fasiltias tersebut diantaranya adalah CCTV dengan kemampuan analytics, baggage handling system level lima.

Contohnya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang mampu mendeteksi bahan peledak, dan explosive containment dengan advanced technology pertama di Indonesia yang disebut dengan Nakula.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved