Breaking News:

Dihempas Angin Kencang, Petugas Damkar Turun Evakuasi Baja Ringan Atap Rumah Warga di Cilangkap

bernafas setelah baja ringan dengan luas sekitar 100 meter persegi yang tersangkut di antara dua rumah berhasil dievakuasi.

ISTIMEWA
Atap baja ringan rumah warga yang tersangkut di antara dua dipisahkan Jalan Basuki, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (17/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga Jalan Basuki, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung kini bisa bernafas setelah baja ringan dengan luas sekitar 100 meter persegi yang tersangkut di antara dua rumah berhasil dievakuasi.

Baja ringan yang merupakan bagian atap dari satu rumah warga RT 07/RW 06 yang tersangkut selama tiga hari di antara dua rumah dan dikhawatirkan menimpa warga dievakuasi jajaran Damkar Jakarta Timur.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan sebelum dievakuasi baja ringan tersebut sudah tersangkut selama tiga hari.

Baca juga: Berbagi di Bulan Ramadan, Komunitas Driver Ojol Urunan Santuni Anak Yatim Piatu di Bekasi

"Atap baja ringan dari rumah warga sudah rubuh dan tersangkut dari tiga hari lalu karena angin kencang. Tapi baru dilaporkan hari ini oleh warga, dilaporkan pukul 13.00 WIB tadi," kata Gatot di Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (17/4/2021).

Sebelum melaporkan kejadian ke jajaran Damkar Jakarta Timur warga sempat berupaya melakukan evakuasi mandiri, nahas gagal dan bingung harus meminta bantuan ke mana.

Sementara bagian atap baja ringan tersangkut di antara dua rumah warga yang terpisah jalan lingkungan sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu jatuh menimpa warga saat melintas.

Beruntung sejak hari kejadian atap rumah rerhempas angin hingga atap baja ringan tersangkut dievakuasi baik pemilik rumah dan warga sekitar tidak ada yang terluka tertimpa puing.

Baca juga: Bupati Kepulauan Seribu Minta Pembangunan Jalur Sepeda di Pulau Pramuka Segera Berjalan

"Setelah terima laporan warga kota langsung kerahkan satu unit light rescue berikut tujuh personel melakukan evakuasi. Evakuasi dilakukan dengan cara memotong bagian baja ringan menjadi bagian-bagian kecil," ujarnya.

Gatot menuturkan pemotongan baja ringan menggunakan sejumlah perlengkapan evakuasi, di antaranya combi tool dengan baterai, cutter dengan baterai, dua rotary saw.

Baca juga: Ketum Partai Berkarya Muchdi PR Tugaskan DPW Jakarta Dapat Kursi di DPRD DKI Pemilu 2024

Lalu spreader dan cutter, dan perlengkapan keselamatan bagi personel saat pemotongan baja ringan yakni dua tali kernmantel, dua full body harness, carabiner, dan figure 8.

"Alhamdulillah proses evakuasi lancar, tidak ada hambatan. Kita selesai evakuasi pukul 15.00 WIB tadi. Masih ada sedikit puing dan akan diselesaikan esok hari atas permintaan pemilik rumah. Untuk kerugian materil pemilik rumah diperkirakan Rp 30 juta," tuturnya. (*)

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved