Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Kisah Awal Mantan Menlu RI Achmad Soebardjo Membeli Rumah Bergaya Belanda di Cikini

Rumah tua berlanggam kolonial di tepi Jalan Cikini Raya masih berdiri kokoh di tengah modernisasi. Pemilik rumah itu mendiang Achmad Soebardjo.

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Tampak depan rumah bergaya kolonial milik Menteri Luar Negeri Pertama Achmad Soebardjo pada Sabtu (17/4/2021) - Rumah tua berlanggam kolonial di tepi Jalan Cikini Raya masih berdiri kokoh di tengah pembangunan modern. Pemilik rumah itu mendiang Achmad Soebardjo. 

Dibeli dari Orang Belanda

Kala itu, kenang Laksmi, keluarga Achmad Soebardjo tinggal di Jalan Palem, Menteng, Jakarta Pusat. Disana mereka menyewa sebuah rumah tinggal.

Kemudian ketika Jepang mengambil alih pemerintahan Belanda pada tahun 1942, keluarga mereka mulai mencari rumah tinggal baru.

Anak sulung Achmad Soebardjo, Laksmi Pudjiwati Insia (85) memegang buku otobiografi ayahnya berjudul Kesadaran Nasional duduk bersama cucu Achmad Soebardjo, Hutomo Said (55) pada Jumat (16/4/2021).
Anak sulung Achmad Soebardjo, Laksmi Pudjiwati Insia (85) memegang buku otobiografi ayahnya berjudul Kesadaran Nasional duduk bersama cucu Achmad Soebardjo, Hutomo Said (55) pada Jumat (16/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Saat Jepang masuk, banyak orang-orang Belanda yang ditahan dan dijebloskan ke dalam kamp interniran. Peristiwa itu menyebabkan banyak rumah-rumah yang dihuni orang Belanda kosong. 

"Waktu Jepang masuk, itu banyak rumah yang kosong karena Belanda-Belanda (orang) dipenjara sama Jepang. Jadi banyak rumah kosong," ungkapnya kepada TribunJakarta.com Jumat (16/4/2021).

Laksmi melanjutkan Achmad Soebardjo dan anak-anaknya kemudian berkeliling melihat-lihat sejumlah rumah yang kosong itu. Mendiang Achmad Soebardjo memutuskan untuk pindah lantaran rumah yang ditempatinya saat itu lebih kecil.

Sampai suatu ketika, mereka menemukan sebuah rumah kosong berlanggam kolonial era 1800-an di tepi Jalan Cikini Raya. Mereka pun menambatkan hati kepada rumah itu.

"Lalu kita jalan-jalan ke sini (kawasan Cikini) lihat-lihat rumah, rumah ini satu-satunya yang kosong," lanjutnya.

Baca juga: Saya Emosi Sesaat Kata Penganiaya Perawat Viral Sesali Perbuatannya, Sementara Korban Kini Trauma

Awalnya, Achmad Soebardjo belum membeli rumah itu. Ia baru menyewa kepada pemiliknya, seorang Belanda

Laksmi tak ingat nama orang Belanda itu. Yang jelas, rumah ini sudah dibangun sejak tahun 1800-an dan sudah dihuni beberapa kali oleh orang asing.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved