Breaking News:

Ziarah Makam

Mengenang Perjuangan Pangeran Kuningan Adipati Awangga di Masjid Tua Al Mubarok

Masjid dengan ornamen tradisional Jawa ini termasuk bangunan cagar budaya bersejarah yang dilindungi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Suasana di Masjid Tua Al Mubarok atau Masjid Pangeran Kuningan di di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Masjid Tua Al Mubarok atau Masjid Pangeran Kuningan satu di antara masjid tertua di DKI Jakarta.

Masjid ini di dalam Kompleks Museum TNI Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Masjid Tua Al Mubarok berdiri pada 1527 atau lebih dari 400 tahun sebelum Indonesia mencapai kemerdekaannya.

Adanya Masjid Tua Al Mubarok tidak lepas dari perjuangan Adipati Awangga yang bergelar Pangeran Kuningan.

Sejarah singkat berdirinya Masjid Tua Al Mubarok diceritakan oleh Harun Al Rasyid selaku Pembina Yayasan Kuningan.

Baca juga: Ngabuburit di Rumah Belanda Keluarga Achmad Soebardjo: Napak Tilas Bapak Pendiri Bangsa

"Sekitar tahun 1526 Sunan Gunung Jati memberikan perintah kepada beberapa panglima untuk berangkat menuju Sunda Kelapa dalam rangka mengusir penjajah yang saat itu adalah Portugis," kata Harun saat ditemui di Masjid Al Mubarok, Sabtu (17/4/2021).

Beberapa panglima yang ditugaskan adalah Pangeran Fatahillah dan Adipati Awangga, putra dari Sunan Gunung Jati.

Suasana di Masjid Tua Al Mubarok atau Masjid Pangeran Kuningan di di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2021).
Suasana di Masjid Tua Al Mubarok atau Masjid Pangeran Kuningan di di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2021). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Setelah berhasil merebut Sunda Kelapa dan mengganti nama menjadi Jayakarta, Pangeran Fatahillah menarik pasukannya untuk kembali ke Demak dan Cirebon.

Adapun Adipati Awangga memilih tinggal di Jayakarta, tepatnya di bantaran Kali Krukut. 

Baca juga: Masjid Jami Attaqwa, Simbol Kota Santri Kampung Ujung Harapan Bekasi & Pusat Peradaban Ujung Malang

Baca juga: Menengok Makam Keluarga Habib Ali Al Habsyi dan Wasiatnya di Masjid Jamiah Al-Riyadh

Baca juga: MUI Kota Bekasi: Sebagian Besar Masjid Sudah Laksanakan Prokes saat Tarawih Ramadan 2021

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved