Breaking News:

Momen Langka di Ujian Advokat PERADI 2021, Pertama Kalinya Difabel Mengikuti UPA

Ada yang berbeda pada Ujian Profesi Advokat yang digelar Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Istimewa
Ujian Profesi Advokat PERADI ini diikuti oleh 5.338 peserta mulai dari Lhoukseumawe Aceh hingga ke Papua yang menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada PERADI sangat besar sebagai Organisasi Profesi Advokat yang kredibel 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ada yang berbeda pada Ujian Profesi Advokat yang digelar Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Bisa jadi mungkin ini adalah momen langka, karena tidak saja nerupakan pertama kalinya Ujian Profesi Advokat (UPA) PERADI dilakukan saat kondisi sedang wabah virus corona, pertama kalinya pula di antara para peserta yang bersemangat, ada peserta difabel mengikuti ujian profesi advokat yang digelar PERADI pada tanggal 10 April 2021 serempak di 44 kota di Indonesia.

Bertempat di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta sebagai salah satu gedung yang digunakan PERADI untuk menyelenggarakan ujian, ada 2 (dua) orang difabel mengikuti ujian di lokasi di DKI Jakarta.

Ketua Panitia ujian Profesi Advokat (PUPA) PERADI, R Dwiyanto Prihartono menjelaskan, profesi Advokat adalah Profesi terhormat yang mengandalkan intelektualitas dan moral yang baik. Disamping itu Profesi advokat sangat luas bentuk pekerjaannya dan teknologi yang canggih tentu dapat pula membantu advokat dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga untuk mengikuti ujian profesi advokat sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin berprofesi Advokat.

"Bahkan dalam formulir pendaftaran, PERADI sudah siapkan kolom bagi pendaftar yang difabel," kata Dwiyanto dalam keterangannya, Minggu (18/4/2021).

Dwiyanto yang juga Ketua Harian dalam Kepengurusan di DPN PERADI menerangkan "Ada 2 (dua) peserta difabel, satu tuna rungu dan satu tuna daksa ikut daftar ujian Profesi Advokat dan Peradi sangat hargai semangat mereka, maka telah khusus menyiapkan fasilitas ruangan ujian khusus berlokasi di Hotel Balairung, Matraman, DKI Jakarta untuk menjamin kelancaran dan konsentrasi mereka dalan proses mengerjakan ujian," ujar Dwi.

Panitia ujian Profesi Advokat (PUPA) PERADI yang bekerjasama dengan perusahaan outsorcing menyediakan ruangan khusus untuk setiap satu orang peserta difabel di lantai 2 dan lantai 5. Tersedia pula selama berlangsungnya ujian ada ambulance lengkap dengan peralatan beserta team medis yang siap siaga".

"Saya berharap seluruh peserta bisa lulus ujian, dan adanya peserta difabel yang apabila lulus, Ia dapat menjadi seorang advokat dan ahli hukum yang dapat melayani dan membantu sesamanya, karena tentu akan lebih memahami situasi dan kondisi kliennya, sehingga kedepan Profesi advokat semakin beragam dalam kekhususan pemberian pelayanan jasanya," pungkas Dwiyanto.

Baca juga: Kasus Kecelakan Hotman Paris yang Menguap Diungkap Lagi, Togar Situmorang: Hukum Jangan Tebang Pilih

Baca juga: Pidato Anies Dipuji Sekjen PBB, Politikus PDIP: Narasi Tanpa Aksi, Itu Tong Kosong

Dalam pelaksanaannya, bagi peserta difabel, PERADI menyediakan ruang khusus bagi masing-masing, jadi peserta difabel tidak digabung dengan peserta lain, 1 ruangan hanya diisi 1 peserta difabel, agar peserta difabel dapat berkonsentrasi dengan baik selama proses ujian berlangsung.

Untuk peserta yang difabel tuna rungu, seluruh instruksi ujian diberikan secara tertulis dan sesekali diucapkan oleh pengawas dengan memakai faceshield, karena peserta dapat memahami gerak bibir
Sedangkan untuk. Peserta tuna daksa, disiapkan kursi roda dalam ruangan untuk antisipasi. Bahkan PERADI siapkan pula ambulance lengkap dengan perlengkapan dan tenaga medis yang siap siaga standby mulai dari sebelum waktu pendaftaran ulang peserta berlangsung hingga ujian selesai.

Ujian Profesi Advokat PERADI ini diikuti oleh 5.338 peserta mulai dari Lhoukseumawe Aceh hingga ke Papua yang menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada PERADI sangat besar sebagai Organisasi Profesi Advokat yang kredibel dengan prinsip Zero KKN dalam mencetak Advokat yang Profesional dan berrkualitas.

Adapun pelaksanaan Ujian Profesi Advokat ini diselenggarakan dengan mengikuti dan menerapkan aturan Protokol. kesehatan dengan sangat ketat dan disiplin. Untuk DKI Jakarta yang dikuti 1624 peserta dalam rangka mentaati aturan protokol. kesehatan dilakukan tersebar di 5 (lima) lokasi yaitu Jakarta Convention Centre (JCC), Menara 165, Hotel Bidakara Jakarta, Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Hotel Balairung telah selesai dengan lancar dan tertib, demikian pula di kota-kota lainnya berjalan sukses dan aman terkendali.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved