Breaking News:

Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Bandingkan Kasus Juliari, Pengacara Sandi Minta Wali Kota Depok Ikut Diperiksa Dugaan Korupsi Damkar

Kuasa Hukum Sandi Butar Butar, Razman Arif Nasution meminta agar Kejaksaan Negeri Depok dan Polri mengusut tuntas adanya kasus dugaan korupsi.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Kuasa Hukum Sandi Butar Butar, Razman Arif Nasution bersama Sandi Butar-Butar dan Timnya di kantor RAN Law Firm Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Kuasa Hukum Sandi Butar Butar, Razman Arif Nasution meminta agar Kejaksaan Negeri Depok dan Polri mengusut tuntas adanya kasus dugaan korupsi yang melibatkan Dinas Damkar kota Depok.

Bahkan tak tanggung-tanggung, pihak kuasa hukum meminta agar Wali Kota Depok, ikut diperiksa terkait dugaan kasus korupsi tersebut.

"Karena dari rangkaian cerita saudara Sandi pada kami, kami duga ini melibatkan orang tertinggi di kota Depok, dan kalau ini terjadi maka kami berharap pimpinan tertinggi dimaksud, maka periksa Wali Kota Depok," kata Razman di kantor RAN Law Firm Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021).

Baca juga: 3 Jam Diperiksa Kejaksaan Soal Pemotongan Dana Covid-19, Komandan Regu Dinas Damkar Depok: Bohong

Sebelumnya, pegawai Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Sandi Butar-Butar mengungkap soal adanya dugaan kasus korupsi di tempatnya bekerja lewat sebuah foto yang diunggahnya di media sosial.

Foto tersebut langsung viral dan dapat banyak dapat dukungan.

Dalam konferensi persnya, diwakili kuasa hukumnya Razman, Sandi menjelaskan perihal dugaan mark up harga sepatu Dinas Pemadam Kebakaran dan pengadaan PDL sejak tahun 2018.

Sepatu yang dimaksud, disebutnya tak sesuai dengan spesifikasi karena tak dilengkapi dengan pengaman.

"Sepatu itu tidak pake pengaman, pas di crosscheck harga pada saat itu ternyata 1 sepatu itu diduga dikorupsi sekitar setengah harganya. Dari harga pagu anggarannya Rp 850 ribu, ternyata di cek harganya Rp 400 ribu - Rp 300 ribu," kata Razman.

Baca juga: Polrestro Depok Dapat Karangan Bunga Dukungan Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Damkar

Belum lagi, soal Pakaian Dinas Lapangan (PDL) lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved