Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab Cecar Saksi di Persidangan, Pertanyakan Broadcast WA Ajakan Berkumpul di Megamendung

Rizieq Shihab mempertanyakan pesan broadcast Whatsapp ajakan berkumpul warga di sekitar Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tayangan proses sidang dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab yang disiarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 

Tim kuasa hukum juga menilai Rizieq Shihab seharusnya tidak dianggap jadi terlapor karena dalam kasus karena dia merupakan pemilik Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq lainnya, Sugito Atmo Prawiro menuturkan kegiatan peletakan batu pertama Markaz Syariat di Pondok Pesantren ditangani panitia penyelenggara, bukan Rizieq Shihab.

Mereka juga membantah bahwa setelah kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural yang mencapai sekitar 3.000 orang sudah memperburuk kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor.

"Perlu diketahui di desa dekat Habib Rizieq itu enggak ada peningkatan apapun. Tapi ada keterangan ada penambahan di beberapa kecamatan Megamendung tapi itu belum dipastikan mereka hadir di acara 13 November atau tidak," ujar Sugito.

Baca juga: Seorang Pria Ditemukan Tewas di Apartemen Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat 

Baca juga: Wali Kota Airin Ingatkan Masyarakat Akan Bahaya Konsumsi Minuman Keras

Baca juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi Mata Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Anggota Brimob

Hal ini menanggapi keterangan Agus yang sebelumnya menyebut bahwa setelah kerumunan warga terjadi Satgas Covid-19 menemukan 20 kasus reaktif Covid-19 dari hasil pemeriksaan rapid test antibodi.

Sebelumnya saat menjawab pertanyaan JPU Agus mengaku sebagai Pelapor dalam kasus kerumunan warga di Megamendung yang sebelumnya ditangani Polda Jawa Barat.

Dia mengaku tidak langsung melihat kerumunan karena saat kejadian sedang WFH sehingga hanya menerima laporan adanya kerumunan warga dari jajaran Satpol PP Kabupaten Bogor.

"Saya kebetulan tidak di lokasi, tapi dari hasil laporan yang hadir cukup banyak. Kurang lebih 3.000 an di lapangan. Mereka berkerumun," kata Agus.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved