Breaking News:

Jaksa Diminta Tidak Sampaikan Opini Terkait Penanganan Kasus Asabri Jiwasraya

Kejaksaan Agung diminta tidak membuat opini terkait penanganan dugaan korupsi PT Asabri.

KONTAN
Ilustrasi Jiwasraya 

TRIBUNJAKARTA.COM – Kejaksaan Agung diminta tidak membuat opini terkait penanganan dugaan korupsi PT Asabri.

Diketahui Direktur Penyidikan Jampidsus Febrie Ardiansyah mengatakan adanya aliran dana dugaan korupsi PT Asabri ke dalam bentuk bitcoin.

"Meski dalam kerangka transparansi, namun jika membuat opini yang salah dikhawatirkan bisa menjadi bumerang bagi institusi kejaksaan. Proses penegakan hukum tidak boleh dibumbui dengan opini," kata pakar hukum pidana Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad di Jakarta, Selasa (20/4/2021.

Dia mengatakan jika tidak ada kaitannya dengan kejahatan, penyidik tidak boleh sembarangan beropini maupun menyita.

Sebabnya, proses penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum tak boleh mengganggu sektor perekonomian.

Senada, pakar hukum Universitas Pelita Harapan, Rizky Karo-Karo menilai penegak hukum yang menangani kasus Asabri maupun Jiwasraya, sejatinya dalam melakukan tugas dan kewenangan harus berdasar bukti permulaan yang cukup, minimal terdapat 2 (dua) alat bukti dalam hukum acara pidana.

Baca juga: Viral Video Bayi Tergeletak di Trotoar Beralas Spanduk, Ibunya Sedang Cari Nafkah di Pinggir Jalan

Baca juga: Cerita Rumah Piatu Muslimin di Senen Berdiri Sejak Zaman Hindia Belanda: Zakat Pertama 249 Gulden

Baca juga: Alasan PN Tangerang Lontarkan Surat Eksekusi Lahan 45 Hektare dari Keterangan Palsu

"Penegak hukum pun wajib tidak melupakan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) hingga akhirnya terdapat putusan peradilan dari hakim pemeriksa perkara a quo yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde)," kata dia.

Sementara terkait tudingan kejaksaan soal aliran dana ke bitcoin, kuasa hukum Benny Tjokro, Bob Hasan membantahnya. Ia menegaskan bahwa penegak hukum diduga sudah serampangan.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved