Breaking News:

Teken MoU dengan Perpustakaan Nasional, Kowani Komitmen Tingkatkan Literasi Perempuan Indonesia

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, kerjasama ini sejatinya sudah lama direncanakan.

Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd dalam acara penandatanganan MOU dengan Perpusnas serta Launching Perpustakaan Digital dengan Tema “Ibu Bangsa Sebagai Garda Terdepan Mewujudkan Literasi untuk Kesejahteraan" Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bersama Perpustakaan Nasional RI melaksanakan kegiatan sosialisasi Gerakan Nasional Membaca.

Bertepatan dengan momen Bulan Kartini, mengikuti jejak salah satu pejuang/pahlawan nasional wanita Indonesia yang mencerdaskan perempuan dengan gerakan “habis gelap terbitlah terang”, langkah ini diharapkan agar perempuan pada masanya bangkit dari keterpurukkan edukasi.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, kerjasama ini sejatinya sudah lama direncanakan.

Namun menurutnya, proses mencari mitra yang memiliki visi dan misi yang sama yaitu mencerdaskan
bangsa, membutuhkan waktu.

"Maka dari itu keinginan ini baru dapat direalisasikan dengan adanya koordinasi antara Bidang Iptek Seni Budaya Kowani dengan Perpustakaan Nasional yang sangat responsif untuk diajak berkolaborasi, serta melibatkan Organisasi Anggota yang dimiliki oleh Kowani juga BKOW dan GOW," kata Giwo saat memberikan sambutan acara penandatanganan MOU dengan Perpusnas serta Launching Perpustakaan Digital dengan Tema “Ibu Bangsa Sebagai Garda Terdepan Mewujudkan Literasi untuk Kesejahteraan", Rabu (21/4/2021).

Giwo menjelaskan, dalam kesempatan ini juga dilakukan MoU antara Kongres Wanita Indonesia dengan Perpustakaan Nasional, serta akan dilakukan launching E-Library Kowani.

"Kowani diharapkan akan menjadi pusat dokumentasi dan pengetahuan bagi Perempuan di seluruh dunia, serta menjadi rujukan dan pusat informasi digital tentang perjuangan dan kiprah Perempuan Indonesia sehingga menjadi pengetahuan bagi anak-anak muda/milenial/generasi Z dengan konten-konten yang menarik serta bisa diakses dimanapun," katanya.

Nantinya, pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan dan kebudayaan membaca, serta bersama-sama meluncurkan website resmi kepustakaan digital Kowani akan terintegrasi dengan website perpusnas.go.id.

Dirinya mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi perempuan Indonesia yang terbilang masih rendah.

Hal ini juga sebagai perwujudan dari Visi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagaimana telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yakni pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul Indonesia Maju.

"Kowani hadir memberikan kontribusi untuk mewujudkan satu agenda prioritas nasional yaitu revolusi mental dan pembangunan kebudayaan dengan sasaran peningkatan budaya literasi, inovasi, dan kreativitas bagi terwujudnya masyarakat berpengetahuan dan berkarakter. Kegemaran membaca masyarakat merupakan faktor penting dari penguatan budaya baca dan literasi untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan berkarakter," katanya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menyampaikan, tantangan zaman kini berubah.

"Ibu dihadapkan pada teknologi dan disrupsi. Semua manusia harus berlomba dan berkompetisi. Mau tidak mau, kemampuan literasi memegang kunci dalam percaturan global," ujarnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved