Uang Nasabah Rp 2 Miliar Malah Dikuras Pegawai Bank Buat Judi & Saham, Sempat Janji Ini ke Atasan

Pegawai bank berinisial AM (34) memakai uang nasabahnya total Rp 2 Miliar untuk judi online hingga bermain saham. Pelaku dibekuk Polres Bogor.

shutterstock
Ilustrasi. Asisten manager bank nasional berinisial AM (34) memakai uang nasabahnya total Rp 2 Miliar untuk judi online, bermain saham dan keperluan pribadi lainnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Asisten manager bank nasional berinisial AM (34) memakai uang nasabahnya total Rp 2 Miliar untuk judi online, bermain saham dan keperluan pribadi lainnya.

Kasus penipuan pegawai bank pelat merah terhadap nasabahnya tersebut akhirnya berakhir setelah dibongkar atasannya sendiri.

AM yang menjabat sebagai asisten manager di sebuah kantor cabang pembantu di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor telah ditangkap Polres Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Harun menjelaskan bahwa penipuan dengan program fiktif ini terungkap pada 3 Juli 2020 lalu.

Awalnya SU selaku manager atau atasan AM melakukan pemeriksaan simpanan nasabah di sistem bank.

SU mulai curiga melihat aktivitas simpanan nasabah bank inisial SS yang belakangan diketahui merupakan korban yang ditipu oleh tersangka AM.

Manager SU curiga karena uang simpanan di rekening SS ini anjlok dan terus menerus ditransfer ke satu rekening milik orang yang merupakan bawahannya sendiri.

"Melihat ada transaksi mencurigakan dari rekening korban ke rekening tersangka, pihak bank membentuk suatu tim untuk mengevaluasi kevalidan transaksi tersebut," kata AKBP Harun di Mapolres Bogor, Selasa (20/4/2021).

Seorang oknum pegawai bank nasional inisial AM yang menjabat sebagai asisten manager di sebuah kantor cabang pembantu di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor dibekuk Polres Bogor.
Seorang oknum pegawai bank nasional inisial AM yang menjabat sebagai asisten manager di sebuah kantor cabang pembantu di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor dibekuk Polres Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Saat korban diperiksa pihak bank, korban mengaku tidak pernah mentransfer uang ke rekening tersangka.

Ternyata, buku tabungan dan ATM korban ini dipegang oleh tersangka dan dia transferkan sendiri ke rekening pribadinya.

"Tersangka dipanggil dan mengakui (melakukan penipuan). Dia berupaya untuk koperatif dan berjanji akan mengagunkan rumah milik tersangka untuk mengembalikan uang korban," katanya.

Namun, rumah yang hendak diagunkan tersebut ternyata milik orang tuanya sehingga proses agunan batal karena tidak bisa dilakukan.

"Beberapa lama kemudian, tersangka kabur, tidak ada di tempat, tidak masuk kantor. Pada September 2020, korban melapor ke Polres Bogor. Setelah dilakukan pelacakan, pada 2 Maret 2021 tersangka ditangkap di rumahnya Baleendah Bandung," kata Harun.

Baca juga: Polisi Masih Buru Pelaku Perampokan Disertai Penembakan di Jatinegara

Baca juga: Polda Metro Jaya Siapkan Sanksi Bagi Warga yang Masih Nekat Gelar Takbiran Keliling

Buat Foya-foya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved