Breaking News:

Info Kesehatan

Bayi Harus Dibedong Agar Bisa Berdiri Tegak, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter

Namun, banyak teori di masyarakat yang menyebutkan bahwa membedong bayi juga bertujuan untuk membuat kaki bayi bisa berdiri tegak, apakah benar?

Freepik
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bedong menjadi salah satu kebiasaan atau tradisi masyarakat di Indonesia yang dilakukan kepada bayi yang baru lahir hingga usia beberapa minggu.

Hal ini bertujuan untuk membuat bayi nyaman dan hangat layaknya masih berada di dalam perut sang ibu.

 Namun, banyak teori di masyarakat yang menyebutkan bahwa membedong bayi juga bertujuan untuk membuat kaki bayi bisa berdiri tegak, apakah teori ini benar?

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Bayar Zakat Fitrah? Simak Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Baca juga: Tangis Ibu Kandung Betrand Peto, Minta Maaf Telah Abaikan Anak di Masa Lalu: Onyo Berhak Benci Mama

Dokter Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia dalam program Health Corner di Radio Sonora FM menyebutkan bahwa tradisi ini  tidak ada hubungannya dengan membentuk kaki sang anak.

“Apakah membedong ini membentuk kaki anak? Jawabannya tidak. Mau dibedong, mau tidak dibedong, kaki anak itu akan bertumbuh sebagaimana seharusnya,” jelas dr. Santi menegaskan.

Bentuk kaki anak akan tumbuh sesuai dengan kondisi fisiknya pada saat lahir, artinya ketika tidak ada kelainan sejak lahir maka kaki anak akan bertumbuh normal atau tidak ada kelainan, begitu juga sebaliknya.

“Jadi kalau memang dia ada kelainan, dia akan tumbuh menjadi kelainan. Tapi kalau kakinya normal, dibedong atau tidak, tetap saja normal,” sambung dr. Santi.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Santi menegaskan bahwa kalau bedongnya terlalu kuat justru akan mengganggu tumbuh dan kembang si anak.

Bahkan bedong yang terlalu kuat bisa membuat kaki anak yang awalnya normal menjadi tidak normal pada saat perkembangannya.

Baca juga: Beda Sule & Nathalie Holscher Bicara Kebahagiaan, Ayah Rizky Febian Teringat Pesan Almarhum Bapak

Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Ahli Ungkap Penyebab Hilang di Perairan Utara Bali: Masalah Kendali

“Kalau mau bedong, pilih kain yang halus, yang hangat, dan jangan terlalu meluruskan anak lalu diikat, kasihan. Jadi, agak longgar-longgar saja, enggak perlu terlalu diikat, supaya dia pertumbuhannya tidak terganggu,” imbau dr. Santi.

Dr. Santi memperbolehkan bedong pada anak, dan juga memperbolehkan tidak membedong anak.

“Manfaat sebenarnya adalah memberi kehangatan, karena anak baru lahir sering kali kedinginan, karena kan kalau di dalam perut kan hangat,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Sonora: Mitos atau Fakta, Bayi Harus Dibedong Agar Bisa Berdiri Tegak? Ini Kata Dokter
 

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved