Breaking News:

BREAKING NEWS Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Budayawan dan sastrawan Radhar Panca Dahana meninggal dunia hari ini, pukul 20.00 WIB, Kamis (22/4/2021).

ThinkStock via Kompas
Ilustrasi meninggal dunia 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Dunia kesenian Indonesia kehilangan sosok pentingnya. Budayawan dan sastrawan Radhar Panca Dahana meninggal dunia hari ini, pukul 20.00 WIB, Kamis (22/4/2021).

Penulis kumpulan sajak "Lalu Aku" itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Meninggalnya pria 56 tahun yang juga sangat aktif di dunia teater itu dikonfirmasi Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Bambang Prihadi.

Bambang mengatakan, Radhar sudah lebih dari 20 tahun menderita berbagai penyakit kendati ia tidak pernah menunjukkannya.

Penulis buku esai "Menjadi Manusia Indonesia" itu harus menjalani cuci darah seminggu tiga kali.

"Sudah sakit panjang beliau tuh, kan dari lama cuci darah tuh, sudah lebih dari 20 tahun, orang sakti dia. Kayanya waktu cuci darah deh, Senin Kamis sama Sabtu dia cuci darah, seminggu tiga kali, mungkin sudah waktunya ya, jarang orang cuci darah itu lebih dari 20 tahun," ujar Bambang kepada TribunJakarta.com.

Bagi Bambang, Radhar memiliki etos kerja kebudayaan yang sangat tinggi. Walau dalam keadaan "setengah sehat" Radhar tetap bergerak menggalang para seniman untuk terus berkesenian demi menjawab persoalan bangsa.

"Organisasinya Balai Sastra, Federasi Teater Indonesia, Mufakat Budaya. Terus acara-acara gedenya kalau di FTI itu memberikan anugerah untuk teaterawan senior, yang gede itu kita bentuk Kebudayaan dan Presiden, nah itu yang kuta ngorek visi misi kebudayaan setiap calon presiden waktu 2009 2014," ujarnya. 

DKJ berduka atas kepergian Radhar. Pria yang kerap tampil dengan kemeja putih dan celana hitam itu mewariskan semangat kesenian yang patut diteruskan.

Baca juga: Persija Jakarta Sukses Kalahkan Persib Bandung dengan Skor Meyakinkan

Baca juga: Pesan Kolonel (P) Harry Setiawan kepada Keluarga Sebelum Bertugas di KRI Nanggala 402

Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang Kontak di Laut Bali, Ibunda Kolonel (P) Harry Berangkat ke Surabaya

"Ya tentu duka ya, mungkin juga duka itu akan terus ada bila apa yang sudah dia inspirasikan tidak dilanjutkan," ujarnya.

Konfirmasi meninggalnya Radhar juga disampaikan kakaknya, Radhar Tribaskoro melalui akun Facebooknya.

"INNAALILLAHI WAINNAA ILAIHI ROOJIUUN, telah berpulang malam ini pk. 20.00 adik saya tercinta Radhar Panca Dahana di UGD RS Cipto Mangunkusumo."

"Mohon maaf atas semua kesalahan dan dosanya. Mohon doa agar ia mendapat tempat yang terbaik di sisiNya.
Aaminn YRA," tulis Tribaskoro.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved