Breaking News:

PSI Minta Nadiem Usut Siapa Penanggung Jawab Hilangnya Nama Pendiri NU di Kamus Sejarah

kasus hilangnya nama KH. Hasyim Ansyari dalam draft Kamus Sejarah yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tribunnews.com/Reza Deni
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur M. Teguh Cahyadin atau akrab disapa Gus Din, yang juga cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama KH. Wahab Chasbullah menyesalkan kasus hilangnya nama KH. Hasyim Asyari dalam draft Kamus Sejarah yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Saya tahu, buku ini disusun pada tahun 2017, ketika Mas Menteri Nadiem belum menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tepatnya pada masa Pak Muhadjir Effendy. Namun harus tetap diusut siapa penanggung jawabnya, siapa tim penyusunnya, agar tidak terjadi lagi di kemudian hari." Tegas Gus Din kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Menurut Gus Din, K.H. Hasyim Asyari itu bukan hanya tokoh NU, tapi juga tokoh bangsa.

Menghilangkan peran dan namanya artinya juga mempertanyakan ke-Indonesiaan kita.

"Saya sangat menyesalkan kejadian ini, saya sebagai bagian dari keluarga besar NU juga merasa terkejut. Kamus itu akan menjadi kamus resmi yang menjadi rujukan semua peserta didik dan peneliti, bisa-bisanya pendiri NU hilang di kamus sejarah tersebut," ujarnya.

Meski sudah ada klarifikasi dari Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bahwa buku ini masih merupakan draft yang belum diterbitkan Gus Din justeru melihat ada keanehan di sana.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Ditargetkan Mulai Juli 2021, Nadiem: Kemungkinan Tidak 100 Persen

"Bagaimana draft buku sudah beredar di tengah masyarakat. Pasti ada oknum di internal Kemendikbud yang membocorkan draft buku ini. Oleh karena itu saya usulkan agar Mas Nadiem mengusut tuntas jika ada oknum yang secara sengaja melakukan hal tersebut. Saya percaya Mas Nadiem bisa menyelesaikan dan mengusut tuntas insiden ini," kata Gus Din.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan Kamus Sejarah Jilid I disusun pada tahun 2017.

Nadiem mengatakan saat penyusunan Kamus Sejarah Jilid I tersebut, dirinya belum menjabat sebagai Mendikbud.

"Terkait dengan isu kamus sejarah yang tengah hangat dibahas, kamus sejarah ini disusun tahun 2017. Sebelum saya menjabat, karenanya di bulan yang suci ini alangkah baiknya kita menanggapi persoalan dengan akal sehat, kepala dingin, dengan solusi," ujar Nadiem dalam video yang disiarkan akun Instagram resminya, Rabu (21/4/2021).

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved