Breaking News:

Ramadan Story

Puluhan Tahun Merazia, Ini Kata Kasatpol PP Jakarta Timur Terkait PMKS Dulu dan Sekarang

Budhy Novian memiliki segudang pengalaman terkait penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian saat diwawancarai terkait pengalaman ramadan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur 

Kasus lain, ia menemukan pengamen di bawah umur yang justru dipaksa oleh orang tuanya untuk bekerja.

"Tahun ini terbanyak itu pengamen. Kalau manusia silver itu tidak keluar sore, kebanyakan setelah tarawih. Jadi PR sendiri juga manusia gerobak," jelasnya.

"Tetapi dari kenyataan yang kita temukan beberapa tahun belakangan, saat ini seperti pengemis menjadi kaya yang punya uang banyak. Ada juga eksploitasi anak sengaja diberikan peluang untuk mengais rezeki agar jatuh rasa iba orang lain. Itu dilakukan secara tidak terpuji. Ini berbeda dengan dulu," lanjutnya.

Meski begitu, ia tetap harus profesional dalam bekerja.

Tiap PMKS yang diterjaring akan diserahkan ke Sudin Sosial Jakarta Timur untuk proses selanjutnya.

Pengalaman puasa

Selain membagikan cerita pengalaman operasi selama ramadan, Budhy turut berbagi cerita terkait pengalaman ramadan sewaktu kecil.

Yap, kepada TribunJakarta.com, Budhy menuturkan baru mulai berpuasa full ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Semakin mengerti pas SMP baru mulai belajar puasa. Kalau orang-orang tahunya puasa, karena makannya di dalam rumah," katanya.

Sebagai anak tunggal, Budhy mengaku tak terlalu dipaksakan berpuasa ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved