Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Tantangan Besar Jadi Stuntwoman, Anggi Pernah 3 Kali Melakukan Adegan Bakar Diri

Sebagai Stuntwoman, Anggipuri Kusuma Dewi (27) pernah melakukan berbagai adegan berbahaya. Mulai lompat dari ketinggian, ditabrak mobil bahkan dibakar

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Stuntwoman, Anggi, sedang berlatih di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021). Ia sudah berperan sebagai stuntwoman di berbagai film tanah air. Sebagai Stuntwoman, Anggipuri Kusuma Dewi (27) pernah melakukan berbagai adegan berbahaya. Mulai lompat dari ketinggian, ditabrak mobil bahkan dibakar 

Menjadi stuntwoman, menuntut perempuan untuk memiliki fisik dan mental tahan banting kala beradegan berbahaya. Sebagai perempuan, Anggi mengganggap itu sebagai tantangan.

Ia ingin mengajak kepada kaum perempuan bahwa mereka juga bisa menjadi stuntwoman

"Jangan takut bermimpi. Kaum pria dan kamu wanita sekarang sudah punya kesempatan yang sama. Sebagai perempuan bisa loh menjadi stuntwoman. Yang penting, mereka cinta dan kerja keras menjadi stuntwoman," katanya.

Menurut Anggi, jumlah stuntwoman di Indonesia terbilang banyak meski tak sebanyak stuntman.

Bahkan, ia pernah diminta ikut serta dalam pembuatan film laga di Malaysia lantaran di sana tak banyak memiliki stuntwoman.

"Indonesia termasuk memiliki jumlah stuntwomannya meningkat ya. Karena beberapa film luar negeri itu ambilnya ke sini," pungkasnya.

Anggi sedang dilatih oleh instruktur stuntman saat berlatih berkelahi pada Rabu (21/4/2021).
Anggi sedang dilatih oleh instruktur stuntman saat berlatih berkelahi pada Rabu (21/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Kisah Anggi, stuntwoman di industri Film

Sudah tiga tahun, Anggipuri Kusuma Dewi (27) melakoni profesi sebagai stuntwoman.

Nyali perempuan bertubuh mungil ini tak ciut melakukan berbagai adegan berbahaya dalam sebuah film.

Meski penuh resiko, ia sudah menambatkan hati kepada profesi ekstrim ini.

Sehabis berbuka puasa, latihan di Komunitas Piranha Stunt Indonesia di kawasan Cilodong, Depok, hendak dimulai pada Rabu (21/4/2021).

Sebelum mulai, Anggi menunjukkan sebuah gerakan bela diri yang biasanya digunakan dalam adegan aksi di film layar lebar.

Beralaskan matras hitam, Anggi tampak berlatih duel dengan seorang pria.

Anggi sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021).
Anggi sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Seusai memasang posisi kuda-kuda, seketika kaki perempuan itu menendang ke arah rekannya.

Sontak, pria itu langsung mengelak ke arah belakang dan membalas dengan menendang Anggi, yang juga lihai menghindar.

Mereka pun terlibat perkelahian sengit. Mereka saling berbalas pukulan dan tendangan.

Klimaksnya, Anggi menendang dada pria itu sehingga terguling di udara sebelum terkapar di atas matras.

Aksi perkelahian itu terlihat layaknya adegan yang sering kita saksikan di Film-film laga. 

Tentu, perkelahian tadi bohongan belaka. Saat berkelahi tadi, kedua pemeran pengganti ini seolah-olah memukul dan menendang. Padahal hanya rekayasa. 

Baca juga: Berusia 42 Tahun Masih Beroperasi, DPR Soroti Monster Bawah Laut KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak

Di bulan puasa, Anggi tetap berlatih gerakan bela diri agar kemampuannya tetap terasah. Dalam seminggu, ia dan rekan-rekan sesama pemeran pengganti berlatih dua kali, Rabu dan Minggu.

Sejak kecil, Anggi sudah mengenal film-film laga yang dibintangi aktor ternama Hongkong, Jackie Chan. 

"Dari umur balita, papa saya sudah mencekoki film-film Jackie Chan. Jadi sudah terinspirasi dengan film itu," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (21/4/2021).

Saat beranjak dewasa, Anggi tertarik untuk terjun ke dunia stuntwoman sekira tahun 2017 silam.

Kala itu, ia sempat bergabung ke dalam komunitas Extreme Tricks Club, sebuah perkumpulan bela diri dengan menitikberatkan kepada tendangan dan gerakan akrobatik di Bandung.

Anggi kemudian diajak oleh anggota komunitas itu untuk bermain dalam film berjudul Benyamin Biang Kerok, produksi Falcon Pictures di Jakarta.

Film itu merupakan film pertamanya menjadi seorang stuntwoman.

Anggi sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021).
Anggi sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Di Jakarta, ia mengikuti workshop di Komunitas Piranha Stunt Indonesia.

"Pas ikut workshop di sini, ternyata saya ketemu dengan teman yang sudah lama di komunitas ini. Akhirnya diajak bergabung sampai sekarang," ungkapnya.

Tahan banting

Bagi Anggi, stuntwoman harus memiliki mental dan fisik kuat.

Seorang stuntwoman harus bermental kuat agar tahan banting dengan kondisi apapun di lokasi syuting.

Fisik juga penting dimiliki seorang stuntwoman agar mampu melakoni adegan-adegan ekstrim dan berbahaya yang sangat menguras tenaga.

"Di dunia stunt fisiknya harus kuat karena dalam satu adegan bisa dilakukan berulang-ulang. Satu scene bisa 10 kali take. Bahkan, buat satu scene bisa satu minggu," lanjutnya.

Anggi sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021).
Anggi sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Untuk menjaga stamina, biasanya Anggi berlatih di luar latihan rutin bersama Piranha Stunt Indonesia.

Ia berlatih di gym atau melakukan Yoga untuk menjaga kelenturan badan.

Anggi sudah bermain di berbagai film tanah air mulai dari film layar lebar, web series, iklan dan sinetron.

Melompat dari gedung, ditabrak mobil hingga dibakar sudah menjadi santapan Anggi ketika menjadi stuntwoman.

Film layar lebar yang sering memakai jasanya ialah bergenre horror.

"Kalau adegan film horror itu banyak adegan stunt. Karena kan manusia sama makhluk halus dibanting, terpental atau dibakar," jelasnya.

Baca juga: Tanggapi Usul Politikus PDIP, Fraksi Gerindra-PAN Tolak Airin Rachmi Diany Dijadikan Nama Jalan

Dalam setiap aksinya, Anggi selalu didampingi oleh tim aksi dari Komunitas Piranha Stunt sehingga ia merasa aman.

Cedera parah

Selama tiga tahun berkecimpung di dunia stunt, Anggi pernah merasakan cedera berat.

Siku tangannya sempat bergeser akibat salah jatuh ke dalam lubang sumur buatan.

Kala itu, ia sedang menjalani pembuatan sinetron kejar tayang atau stripping.

Menurutnya, sumur buatan itu harusnya diperbaiki dulu lantaran mudah tergeser sehingga Anggi harus berhati-hati ketika melompat.

Ia harus mengulang adegan lompat ke dalam sumur sampai betul-betul bagus. Ada sekitar 10 kali ia melakukan adegan itu.

Karena kelelahan, Anggi salah jatuh. Sikunya lebih dulu mendarat di dasar sumur. 

"Kena siku saya dan penyembuhannya lebih lama," tambahnya.

Mirisnya, adegan berbahaya untuk kepentingan sinetron itu tidak ditanggung oleh pihak pembuat film ketika Anggi cedera.

Ia sendiri yang mengobati cedera itu sampai benar-benar sembuh.

Stuntwoman, Anggi, sedang berlatih di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021). Ia sudah berperan sebagai stuntwoman di berbagai film tanah air.
Stuntwoman, Anggi, sedang berlatih di Komunitas Piranha Stunt Indonesia pada Rabu (21/4/2021). Ia sudah berperan sebagai stuntwoman di berbagai film tanah air. (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Meski pekerjaannya menantang bahaya bahkan maut, semangat perempuan ini untuk menjadi stuntwoman terkenal tak padam.

"Di dunia stuntwoman tantangannya enggak mudah. Harus benar-benar fokus dan terpenting itu cinta. Jiwa kita harus ada di situ," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved