Breaking News:

Terbaring di RS, Korban Dugaan Investasi Kresna Life Kirim Surat Terbuka ke Menko Polhukam

Santy sebelumnya telah melaporkan dugaan tindak pidana penipuan itu ke Polda Metro Jaya.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kuasa hukum nasabah Kresna Life, Surya La Ode, seusai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Satu korban dugaan investasi perusahaan asuransi Kresna Life bernama Santy mengirim surat terbuka kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Santy sebelumnya telah melaporkan dugaan tindak pidana penipuan itu ke Polda Metro Jaya. 

Setidaknya ada tiga laporan dari para korban dugaan penipuan Kresna Life di Polda Metro Jaya yang dilaporkan selama periode Agustus hingga November 2020.

Laporan pertama terdaftar dalam nomor LP No 4834/VIII/YAN2.5/2020/SPKT PMJ Tanggal 14 Agustus 2020.

Berikutnya disusul LP No 5422/IX/ YAN 2.5/ 2020/ SPKT PMJ Tanggal 10 September 2020, dan terakhir yaitu LP No 7012/XI/ YAN 2.5/ 2020/ SPKT PMJ Tanggal 25 Nopember 2020.

"Saya dan ribuan korban Kresna Life lainnya sudah berjuang, melakukan upaya hukum sebagaimana diperbolehkan oleh Undang-Undang," kata Santy dalam surat terbukanya, Kamis (22/4/2021).

"Namun banyaknya oknum di institusi aparat penegak hukum menggagalkan kami untuk memperoleh kepastian hukum " tambahnya.

Santy kini tengah terbaring di rumah sakit karena didiagnosa mengidap autoimun. Ia mengaku sudah dirawat selama berbulan-bulan.

"Kami semua korban Kresna hidup sengsara, mati batin dan pikiran," ujar ibu rumah tangga itu.

Baca juga: Tusuk 14 Kali PSK Online Usai Kencan Semalaman, Pria Ini Mengaku Menyesal

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Emak-emak Berkebaya Bagikan Makanan Untuk Buka Puasa di Kampung Melayu

Baca juga: Pelarangan Mudik 2021, Polres Depok Dirikan Tiga Pos Penyekatan dan 5 Pos Cek Poin

Ia berharap Menkopolhulam Mahfud MD membantunya mendapat kepastian hukum dengan mendorong Kapolri menindaklanjuti laporannya.

"Saya ikhlas apabila uang saya hilang ditipu oleh para oknum Kresna, asalkan hukum dijalankan dan para terlapor diproses hukum sesuai hukum yang berlaku," ucap Santy.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved