Breaking News:

Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Setelah 21 Tahun Cuci Darah Melawan Komplikasi Penyakit

21 tahun pria yang aktif dalam dunia sastra hingga teater itu menjalani terapi cuci darah melawan komplikasi penyakit yang menggerogotinya.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Jenazah Radhar Panca Dahana saat disemayamkan di rumahnya di Jalan Villa Pamulang, Pamulang, Tangsel, Kamis (22/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Budayawan Radhar Panca Dahana menghembuskan napas terakhirnya hari ini pada usianya yang ke 56 tahun, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, pukul 20.00 WIB, Kamis (22/4/2021).

21 tahun pria yang aktif dalam dunia sastra hingga teater itu menjalani terapi cuci darah melawan komplikasi penyakit yang menggerogotinya.

Tidak putus, sepekan tiga kali, penulis buku sajak "Lalu Aku" (2011) itu membersihkan darahnya.

Baca juga: Kesaktian Radhar Panca Dahana dan Etos Kerja Peenggerak Kesenian

Jenazah Radhar langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan, di Jalan Villa Pamulang, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

"Tapi memang karena sudah lama hadi itu sudah 21 tahun cuci darah, badannya juga sudah ringkih, sudah lemah jadi banyak komplikasi," kata Ratih (54), adiknya.

Ratih mengungkapkan, Radhar menjalani cuci darah terakhirnya pada Rabu (21/4/2021).

Saat itu juga, pria yang kerap tampil klimis dengan kemeja putih dan celana hitam itu terkena serangan jantung.

Baca juga: BREAKING NEWS Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Radhar pun mendapat penanganan medis intensif sampai sempat sadar.

Ia dirawat sampai keesokan harinya. Menjelang malam, Radhar meminta keluarganya pulang karena khawatir paparan Covid-19 di rumah sakit.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved