Breaking News:

Kapasitas Penumpang Dibatasi, PO Bakal Naikkan Harga Tiket Sebelum Larangan Mudik Berlaku

Perusahaan otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur diprediksi bakal menaikkan harga tiket sebelum larangan mudik berlaku

TribunJakarta.com/Bima Putra
Bus AKAP dari sejumlah PO di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (23/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Perusahaan otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur diprediksi bakal menaikkan harga tiket sebelum larangan mudik berlaku pada tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang.

Meski kini jumlah keberangkatan penumpang masih anjlok, Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jony memprediksi kenaikan harga tiket yang rutin terjadi jelang lebaran tetap terjadi.

"Kemungkinan sebelum tanggal 5 Mei itu PO sudah mulai menaikkan harga tiket. Karena tanggal 6 itu kan AKAP di Kampung Rambutan sudah tidak beroperasi," kata Made di Terminal Kampung Rambutan, Jumat (23/4/2021).

Hanya belum bisa diprediksi berapa persen kenaikan, mengingat sejak awal pandemi Covid-19 para PO sudah menaikkan harga tiket keberangkatan karena pembatasan jumlah penumpang.

Yakni 50 persen kapasitas kursi dalam satu bus, pembatasan jumlah penumpang sebagai penerapan protokol kesehatan ini membuat para PO menaikkan harga tiket guna menutupi biaya operasional.

"Batas kenaikan harga tiket yang bisa diatur (Kementerian Perhubungan) itu hanya untuk bus AKAP (antar kota antar provinsi) kelas ekonomi. Sementara untuk bus kelas eksekutif dan bisnis tidak bisa," ujarnya.

Kementerian Perhubungan tidak bisa mengatur kenaikan harga bus kelas eksekutif, bisnis, dan VIP karena bus kelas tersebut memiliki fasilitas berbeda sehingga harga diserahkan ke pangsa pasar.

Made menuturkan di Terminal Kampung Rambutan awalnya tercatat ada 135 PO bus AKAP, tapi karena penurunan jumlah penumpang akibat pandemi Covid-19 beberapa PO sementara tak beroperasi.

Baca juga: Polisi Sebut Muncikari Prostitusi di Hotel Reddoorz TIS Square Juga Anak di Bawah Umur

Baca juga: Viral Mobil Mewah Terobos Busway dan Minta Sopir TransJakarta Mundur

Baca juga: Sosok Kolonel Harry di Mata Keluarga, Doa Tak Henti Dipanjatkan Untuk Keselamatan

"Sekarang ada 5 PO yang tutup sementara karena memang mereka enggak ada biaya operasional. Beberapa PO kan ada yang armada busnya masih kredit, sementara jumlah penumpang sekarang menurun," tuturnya.

Satu Perwakilan PO di Terminal Kampung Rambutan, Tatang menuturkan belum bisa memastikan bakal menaikkan harga tiket sebelum larangan mudik berlaku pada tanggal 6-17 Mei atau tidak.

Pasalnya jumlah keberangkatan penumpang di Terminal Kampung Rambutan sekarang hanya berkisar 500 penumpang per harinya, padahal sebelum pandemi mencapai 2.500-3.000.

"Tapi kalau harga tiket memang ada kenaikan sebelum pandemi Covid-19. Karena jumlah penumpang kan dibatasi, mau enggak mau harus naikkin harga. Dari yang sebelumnya ke Jawa Barat kisaran Rp 65 ribu jadi Rp 90-100 ribu," kata Tatang.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved