Ramadan 2021

Lima Lokasi Penyekatan Saat Larangan Mudik di Kabupaten Tangerang

Penyekatan dilakukan di perbatasan wilayah antara Serang, Banten dan DKI Jakarta

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Polresta Tangerang mengadakan rapat bersama Forkopimda soal titik-titik penyekatan selama larangan mudik di Kabupaten Tangerang, Jumat (23/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Polresta Tangerang sudah mementukan titik penyekatan dan check point di Kabupaten Tangerang selama masa larangan mudik tanggal 6-17 Mei 2021.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, penyekatan dilakukan di perbatasan wilayah antara Serang, Banten dan DKI Jakarta.

"Untuk sementara titiknya ada lima, yakni di Tol Cikupa, Perbatasan Jayanti-Serang, Jalan Kresek-Serang, Jalan Kronjo-Serang dan Jalan Cisoka-Lebak," ujar Wahyu saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya, aturan larangan mudik bertujuan untuk menghentikan rantai penularan Covid-19.

Wahyu menjelaskan, pihaknya akan dibantu beberapa stakeholder terkait dititik-titik penyekatan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan penyekatan di beberapa titik. Bila memaksakan, nantinya akan kami paksa putar balik," tegas Wahyu.

Dilain tempat, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota telah menentukan dua lokasi penyekatan saat masa larangan mudik pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 di Kota Tangerang.

Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Jamal Alam menjelaskan, dua lokasi tersebut adalah Kebon Nanas dan Jatiuwung.

"Sudah menentukan dua lokasi, pertama di Kebon Nanas itu untuk kawasan cek poin dan kawasan Jatiuwung untuk penyekatan," jelas Jamal saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).

Ia memastikan kalau kedua titik tersebut akan beroperasi pada larangan mudik tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Nantinya, pos pemantauan dan penyekatan tersebut akan dijaga oleh petugas gabungan seperti Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Satpol PP, dan TNI.

"Petugasnya nanti gabungan dari beberapa instansi," sambung Jamal.

Namun, Jamal mengaku masih akan melakukan koordinasi terkait Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.

Surat di atas berisi tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah Dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19 ) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 H.

Baca juga: Warganya Wisata Religi dan Terpapar Covid-19, Satu RT di Depok Berstatus Zona Merah

Baca juga: 117 Warga India Gunakan Pesawat Charter Via Bandara Soekarno-Hatta

Baca juga: Dari Ekstrak Keringat hingga Tapak Kaki, Artefak Nabi Muhammad SAW Dipamerkan di JIC Selama 11 Hari

Addendum Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 itu diketahui mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Yakni selama H-14 peniadaan mudik dari tanggal 22 April - 5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik dari 18 Mei - 24 Mei 2021.

"Untuk itu (Addendum) kita masih tunggu instruksi dari pimpinan," pungkas Jamal.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved