WN India Masuk Jakarta, Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Pemprov Lakukan Tracking Ketat

Sebanyak 132 orang warga negara asing (WNA) asal India masuk ke Indonesia, sembilan diantaranya positif Covid-19.

Editor: Wahyu Aji
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 132 orang warga negara asing (WNA) asal India masuk ke Indonesia, sembilan diantaranya positif Covid-19.

Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Kini mereka sudah dilakukan pengawasan secara ketat seperti pemeriksaan Covid-19 dan karantina di hotel di daerah Jakarta Pusat.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar melakukan tracking atau pelacakan kontak terhadap ratusan WN India tersebut.

Baca juga: Pemerintah Batasi WNI dari India Pulang ke Indonesia Hanya Lewat 7 Bandara dan Pelabuhan Ini

Pasalnya, ratusan warga India tersebut masuk dari Jakarta.

"Pemprov DKI harus bergerak cepat menangani kedatangan WN India yang masuk dari Jakarta. Lakukan tracking secepatnya, karena virus Covid-19 varian baru yakni B1617 yang berasal dari India tingkat bahayanya sangat tinggi, dan cepat melakukan penularan," kata Kenneth dalam keterangannya, Sabtu (24/4/2021).

Kata pria yang disapa Kent, hal itu harus dilakukan agar penyebaran tidak meluas dan bisa merugikan DKI Jakarta jika virus varian baru yang berasal dari India tersebut sudah menulari warga Jakarta.

Baca juga: Indonesia Resmi Tutup Akses Masuk WNA yang Pernah ke India

"Hari ini angka positif Covid-19 di Jakarta sudah di bawah angka 1.000, dan dikhawatirkan dengan adanya kasus tersebut angka positif kembali meroket mengingat ratusan WN India masuk ke Indonesia dari Jakarta," ujarnya.

Kent menambahkan, menurut Menkes RI Budi Gunadi Sadikin varian of concern atau mutasi yang ada di India dan di Eropa penularannya sangat cepat dan itu saat ini sudah sampai ke Indonesia.

Baca juga: Sempat Menolak Dipindah, WNA India Kini Dikarantina di Hotel Holiday Inn

"Artinya sangat berbahaya sekali jika sudah masuk ke Indonesia. Sebagai Ibukota, Jakarta harus benar-benar Fokus untuk bisa menghentikan penyebaran virus yang berasal dari India, dikhawatirkan angka Covid-19 kembali meroket. Sangat sulit dibayangkan jika kembali meledak angka Covid-19 di Jakarta," kata Kent.

Sementara itu, Kent pun berharap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) pada tanggal 6-17 Mei 2021, itu bisa menurunkan kurva angka Covid-19 di Jakarta.

Kent juga meminta kepada Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Perhubungan agar lebih ketat memberlakukan SIKM.

Pasalnya, periode lalu banyak warga yang nekat masih mudik ke kampung halamannya yang di khawatirkan mengalami pelonjakan angka Covid-19.

Baca juga: 12 WNA India Masuk Jakarta Bawa Covid-19, Kemenkes: Tertular di Jalan

"Pemprov DKI harus menggalakan aturan SIKM. Jangan sampai kebobolan, hingga terjadi pelonjakan pasca lebaran nanti. Tutup semua pintu keluar dan masuk Jakarta, jangan lagi ada yang bisa lolos," kata Kent.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved