Breaking News:

Razia Bocor, Aparat Gabungan Jakarta Timur Gagal Tutup Tempat Hiburan Malam

Razia prokes yang dilakukan jajaran Satpol PP, Polrestro, dan Kodim Jakarta Timur pada Sabtu (24/4) hingga Minggu (25/4) tak berjalan mulus

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Dok. Polsek Tanjung Duren
Ilustrasi tempat hiburan malam - Razia prokes yang dilakukan jajaran Satpol PP, Polrestro, dan Kodim Jakarta Timur pada Sabtu (24/4) hingga Minggu (25/4) tak berjalan mulus 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Razia protokol kesehatan berskala besar yang dilakukan jajaran Satpol PP, Polrestro, dan Kodim Jakarta Timur pada Sabtu (24/4/2021) hingga Minggu (25/4/2021) dini hari tak sepenuhnya berjalan mulus.

Meski berhasil menyegel tempat hiburan malam Cafe Hunter di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar yang kedapatan menerima sekitar 100 pengunjung dan menjual miras.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan dalam razia tempat hiburan malam tersebut diduga 'bocor' sehingga gagal menjaring sejumlah pelanggar tempat hiburan malam yang diincar.

"Awalnya kita menyisir ke daerah Kampung Sumur (Kecamatan Duren Sawit) dan sekitar PT JIEP (Kecamatan Cakung). Tapi karena diduga rembes (informasi razia bocor) atau bagaimana kita enggak paham, di sana itu kosong, tutup semua," kata Budhy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (25/4/2021).

Pihaknya belum bisa memastikan apa informasi razia berskala besar tersebut lebih dulu diketahui pengelola tempat hiburan malam karena razia gabungan pada malam minggu rutin dilakukan.

Kafe Hunter digerebek petugas gabungan saat razia SOTR usai melanggar prokes, Minggu (25/4/2021) dini hari.
Kafe Hunter digerebek petugas gabungan saat razia SOTR usai melanggar prokes, Minggu (25/4/2021) dini hari. (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Perbedaan razia rutin malam minggu dengan razia lainnya terletak pada jumlah personel gabungan yang terlibat, dalam hal ini melibatkan jajaran personel tingkat Kota, tidak lagi hanya Kecamatan.

"Penindakan Cafe Hunter itu dilakukan setelah kita patroli di wilayah Kampung Sumur dan sekitar PT JIEP. Hari biasa pun rutin kita lakukan razia, melibatkan personel dari masing-masing tingkat Kelurahan dan Kecamatan," ujarnya.

Baca juga: Pengetatan Mudik Dinilai Sukses, Jumlah Keberangkatan di Terminal Tanjung Priok Menurun 30 persen

Baca juga: BREAKING NEWS Persija Jakarta Juara Piala Menpora 2021, Permalukan Persib di Partai Final

Baca juga: Pandemi Covid-19, Omzet Penjual Beduk di Matraman Anjlok 60 Persen

Terlepas dari momen bulan Ramadan, Budhy menuturkan hingga kini Pemprov DKI Jakarta memang belum memperbolehkan tempat hiburan malam beroperasi karena pandemi Covid-19.

Karenanya penyegelan terhadap Cafe Hunter yang kedapatan buka dengan modus mematikan lampu depan guna mengelabui petugas tidak berlangsung selama 3X24 jam.

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Papan Bilboard di Pondok Indah Terbakar

"Untuk Cafe Hunter kita segel selama PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat). Selain disegel dari Cafe Hunter kita juga amankan 300 botol miras (minuman keras) yang dijual pengelola," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved