Tingkatkan Produktivitas, Kowani Dorong Perempuan Gali Potensi dan Melek Digital

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia setahun terakhir memaksa semua orang beradaptasi dengan teknologi.

Editor: Wahyu Aji
Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.P, saat menghadiri kunjungan amaliyah Ramadan 1422 Hijriah dan talkshow peduli perempuan di lapas dengan pendekatan psikologi, agama, hukum dan HAM di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Sabtu (24/4/2021). 

TRIBUNNEWS,COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia setahun terakhir memaksa semua orang beradaptasi dengan teknologi.

Pemerintah dan sektor swasta pun bersama mendengungkan pentingnya digitalisasi untuk membangkitkan kembali perekonomian.

Namun, keterampilan digital masih menjadi kendala bagi banyak orang.

Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo mengungkap, kesenjangan digital pada perempuan terjadi di Indonesia.

Baca juga: Kominfo Bangun Imunitas Publik dari Bahaya Digital melalui 4 Modul Literasi Digital

Dari catatan yang diterima, perempuan pengguna internet di Indonesia hanya 49 persen, sementara laki-laki 76 persen.

"Hal ini berdampak pada menurunnya kegiatan ekonomi, sementara perempuan dominan di sektor UMKM. Ecommerce belum dikuasai perempuan sementara 60 persen pelaku UMKM adalah perempuan (menurut BPS 2018)," kata Giwo dalam diskusi Potensi dan Peran Perempuan di Era Digital, Kamis (22/4/2021).

Di masa pandemi seperti saat ini, peran perempuan dalam keluarga bertambah.

"Sekolah dari rumah memerlukan pendamping anak-anak di rumah, sementara perempuan masih menjadi pengasuh utama untuk anak. Pelayanan kesehatan menurun termasuk untuk ibu dan anak sementara pelayanan harus dengan perjanjian. Hal ini menambah beban perempuan lebih besar sementara pelayanan digital masih terbatas," kata Giwo.

Giwo menjelaskan, perempuan saat ini didorong memiliki kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital untuk kepentingan pengembangan dan produktifitas diri dan organisasi.

"Tidak sekadar mengenalkan media digital, tetapi juga menyesuaikan dengan kehidupan sehari-hari untuk peningkatan produktivitas. Produktifitas ekonomi, maupun sosial budaya, pribadi maupun organisasi/kelompok," ujarnya.

Menurutnya, Kowani sudah melakukan berbagai langkah menutup kesenjangan digital dan meningkatkan literasi kaum perempuan.

Pertama dengan E-Library Kowani (kerjasama dengan Perpustakaan Nasional Rl).

Pelatihan e commerce oleh berbagai organisasi perempuan.

Mengembangkan jejaring pelayanan dan pendampingan kesehatan ibu dan anak melalui social media.

"Pelaporan kasus kekerasan melalui telepon selular. Pelatihan melalui internet, Online marketing hingga berkembangnya literasi tentang online meeting," katanya.

Lebih lanjut Kowani menyampaikan gagasan untuk perluasan literasi wanita, diantaranya: Connecting Woman, konsolidasi data tentang kebutuhan literasi pada perempuan dan organisasi perempuan potensial, Menyusun roadmap dan target pencapaian, Menghimpun sumber daya, Sinergi antar organisasi penyedia sumber daya, Melibatkan dunia usaha telekomunikasi, Membangun jejaring sumber daya di semua wilayah.

"Melibatkan generasi millennial dan dimulai sekarang juga!" kata Giwo.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved