Breaking News:

Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Bantah Ucapan Idris yang Sebut Tak Ada Surat Teguran Untuk Sandi, Kuasa Hukum: Ngomong Hati-hati

Razman Arif Nasution membantah ucapan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yang menyebut bahwa kliennya tidak pernah mendapat surat peringatan (SP)

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Razman Arif Nasution (tengah), Kuasa Hukum Sandi Butar-Butar (baju biru), saat dijumpai wartawan di Polres Metro Depok, Senin (26/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Polemik dugaan praktik korupsi di Dinas Damkar Kota Depok terus bergulir.

Terbaru, Razman Arif Nasution membantah ucapan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yang menyebut bahwa kliennya tidak pernah mendapat surat peringatan (SP).

Dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu, Idris memang menyebut bahwa tidak ada surat peringatan yang dilayangkan terhadap Sandi.

Bahkan, ia terkesan “pasang badan” menjamin keamanan Sandi, petugas Dinas Damkar Kota Depok yang berjuang membongkar dugaan praktik korupsi di tempatnya bekerja.

“Jika yang bersangkutan merasa dikirimi SP atau diintimidasi, silakan dilaporkan pada saya secara langsung siapa yang memberikan SP dan mengintimidasi. Saya jamin keamanan yang bersangkutan,” ujar Idris dalam siaran resminya pada Senin (19/4/2021).

Membantah ucapan Mohammad Idris, Razman bahkan menunjukan selembar surat teguran yang diterima kliennya Sandi.

Baca juga: Porsche yang Terobos Jalur Busway Dikemudikan Mahasiswi, Kini Mobilnya Disita Polisi

Baca juga: Jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan Berduka Atas Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Baca juga: Komnas PA Dorong Polisi Tangkap Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

“Dia (Mohammad Idris) bilang tidak ada teguran, SP, kepada Sandi. Pada faktanya ada kok. Disitu, Dinas Pemadam Kebakaran mengatakan maksud kami bukan seperti itu, katanya Sandi harusnya di regu A tahu-tahu ke regu B, tapi tidak seperti itu,” ujar Razman sambil menunjukan surat teguran tersebut di Mapolres Metro Depok, Pancoran Mas, Senin (26/4/2021).

“Tertulis bahwa sandi melakukan sesuatu diluar tugasnya, tidak ada hubungannya. Ini pasti diduga keras ada kaitannya dengan urusan Damkar, dugaan kita nih, dan tanggal ini patut diduga dimundurkan. Maka kami sudah minta kepada penyidik agar ini (surat teguran) dibawa ke laboratorium forensik,” timpalnya lagi.

Razman menuturkan, bilamana di kemudian hari terbukti bahwa surat teguran itu palsu, maka telah terjadi persoalan baru.

“Jadi pak Wali, anda itu pejabat negara, ngomong hati-hati, apalagi waktu itu baru ada kunjungan pak Moeldoko, dia (Mohammad Idris) mengatakan tidak ada teguran, faktanya ada. Nah sekarang anak buah anda berbohong tindak itu. Kemudian Anda juga memberikan keterangan palsu karena tidak sesuai dengan data,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved