Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Klaster Perkantoran Naik Lagi, Pemprov DKI Ngaku Kewalahan Awasi Prokes

Disnakertrans DKI Jakarta mengaku kewalahan mengawasi protokol kesehatan di area perkantoran

SHUTTERSTOCK/MARIDAV
Ilustrasi masker Disnakertrans DKI Jakarta mengaku kewalahan mengawasi protokol kesehatan di area perkantoran 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengaku kewalahan mengawasi protokol kesehatan di area perkantoran.

Sebab, jumlah pegawai Disnakertrans yang bertugas melakukan pengawasan tak sebanding dengan banyaknya perusahaan di ibu kota.

Hal ini dikatakan Andri Yansyah terkait meningkatnya klaster penularan Covid-19 di area perkantoran dalam sepekan terakhir.

"Jujur saja, memang pengawasan yang kami lakukan kan dilihat ya klasik memang, dilihat dari jumlah pengawasan dan jumlah perusahaan yang diawasi sangat jauh sekali perbandingannya," ucapnya, Selasa (27/4/2021).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini mengakui, meroketnya klaster perkantoran ini lantaran adanya euforia dari masyarakat setelah mendapatkan vaksin.

Pasalnya, sebagian besar pegawai yang terpapar Covid-19 justru telah mendapat vaksinasi.

"Masalah euforia masyarakat dengan vaksin, mereka menganggap bahwa telah dilaksanakan vaksin kekebalan tubuh meningkat. Dia pikir dia tidak akan lagi kena Covid-19," ujarnya saat dikonfirmasi.

Selain itu, Andri menyebut, lonjakan ini juga terjadi akibat faktor kejenuhan para pegawai yang sudah lebih dari setahun menghadapi pandemi Covid-19.

"Mungkin faktor kejenuhan juga masyarakat terkait masalah pelaksanaan PPKM yang sudah beberapa kali kita lakukan perpanjangan," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved