Breaking News:

Ramadan 2021

Antisipasi Lonjakan Covid-19 Jelang Idul Fitri, Anies Minta Arahan Presiden Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri rapat virtual

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota, Rabu (28/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri rapat virtual bersama Presiden Joko Widodo.

Dalam rapat tersebut, Anies menyebut, Presiden Jokowi memberi arahan kepadanya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 akibat libur panjang perayaan Idul Fitri.

"Beliau sampaikan mengapa penanganan Covid ini penting untuk antisipasi libur panjang Idul Fitri," ucapnya, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Menu Wajib Buka Puasa Ala Gubernur Anies Baswedan: Kurma 3 Butir dan Air Kelapa

Selain itu, Anies menambahkan, Presiden Jokowi juga berpesan agar Pemprov DKI bersama jajaran Forkopimda tetap menjaga stabilitas perekonomian di masa pandemi Covid-19.

"Perekonomian itu juga sama, bagaimana menjaga agar momentum yang sekarang ada agar tetap bisa terus bergerak positif," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Untuk diketahui, hingga 27 April lalu, kasus Covid-19 di ibu kota telah mencapai angka 406.205 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 393.205 pasien telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 96,8 persen.

Baca juga: Anies Baswedan Kunker ke Jatim, PSI: Jangan Pusingin Pilpres, Kerja Aja Dulu

Sedangkan, sebanyak 6.679 orang dilaporkan meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen.

Adapun total kasus aktif, yaitu jumlah pasien yang sedang menjalani isolasi dan sedang dirawat di rumah sakit berjumlah 6.321 orang.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir berada di angka 9,1 persen.

Sedangkan, persentase kasus positif secara total di DKI Jakarta berada di kisaran 11 persen.

Angka ini masih berada di atas ambang batas yang telah ditentukan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu tak lebih dari lima persen.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved