Breaking News:

Munarman Ditangkap Densus 88

Kuasa Hukum: Munarman Ditetapkan Jadi Tersangka Sejak Tanggal 20 April

Kuasa hukum Munarman mempertanyakan proses penyidikan klien mereka dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Tim kuasa hukum eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mempertanyakan proses penyidikan klien mereka dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme.

Anggota tim kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya mempertanyakan karena dalam surat yang diberikan penyidik Munarman ditetapkan jadi tersangka pada tanggal 20 April 2021.

"Surat penetapan tersangkanya tidak kita terima. Karena penangkapan dan penahanannya tertanggal kemarin (27 April), tapi penetapan tersangkanya tanggal 20 April," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (28/4/2021).

Saat mendampingi pemeriksaan Munarman di Mapolda Metro Jaya kemarin malam tim kuasa hukum memilih hanya menerima surat penahanan, sementara penetapan tersangka tidak.

Dalam surat penetapan tersangka itu Munarman yang ditangkap pada Selasa (27/4/2021) disangkakan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Katanya (surat penetapan tersangka) sudah dikirimkan (penyidik) melalui pos, tapi pihak keluarga belum pernah menerima," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Munarman Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Aziz menuturkan dalam waktu dekat tim kuasa hukum bakal mengajukan praperadilan atas penangkapan dan penetapan Munarman sebagai tersangka tindak pidana terorisme.

Baca juga: Munarman Bakal Ajukan Praperadilan Atas Penangkapan Densus 88 Antiteror

Pihaknya bakal membagi jumlah anggota tim kuasa hukum yang menangani perkara Rizieq dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan dan perkara terorisme Munarman.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Munarman, Digelandang Polisi Usai Salat Ashar

"Di suratnya (penetapan tersangka) tanggal 20 (April), sedangkan kemarin kita terima tanggal 27. Masa penetapan tersangka sudah sebelumnya, suratnya kita baru dikasih setelahnya. Kapan meriksanya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved