Breaking News:

Mengandung Bakteri Ganas, 315 Bibit Kaktus Asal Italia Dimusnahkan di Bandara Soekarno-Hatta

Sebanyak 315 bibit tanaman kaktus Euphorbia dari negara Italia dimusnahkan karena mengandung bakteri Rhodococcus Fascians yang berbahaya.

Mengandung Bakteri Ganas, 315 Bibit Kaktus Asal Italia Dimusnahkan di Bandara Soekarno-Hatta - 315-bibit-kaktus-dimusnahkan-4.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Sebanyak 315 bibit tanaman kaktus Euphorbia dari negara Italia dimusnahkan karena mengandung bakteri Rhodococcus Fascians yang berbahaya, Kamis (29/4/2021).
Mengandung Bakteri Ganas, 315 Bibit Kaktus Asal Italia Dimusnahkan di Bandara Soekarno-Hatta - 315-bibit-kaktus-dimusnahkan-2.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Sebanyak 315 bibit tanaman kaktus Euphorbia dari negara Italia dimusnahkan karena mengandung bakteri Rhodococcus Fascians yang berbahaya, Kamis (29/4/2021).
Mengandung Bakteri Ganas, 315 Bibit Kaktus Asal Italia Dimusnahkan di Bandara Soekarno-Hatta - 315-bibit-kaktus-dimusnahkan-1.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Sebanyak 315 bibit tanaman kaktus Euphorbia dari negara Italia dimusnahkan karena mengandung bakteri Rhodococcus Fascians yang berbahaya, Kamis (29/4/2021).
Mengandung Bakteri Ganas, 315 Bibit Kaktus Asal Italia Dimusnahkan di Bandara Soekarno-Hatta - 315-bibit-kaktus-dimusnahkan.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Sebanyak 315 bibit tanaman kaktus Euphorbia dari negara Italia dimusnahkan karena mengandung bakteri Rhodococcus Fascians yang berbahaya, Kamis (29/4/2021).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebanyak 315 bibit tanaman kaktus Euphorbia dari negara Italia dimusnahkan karena mengandung bakteri Rhodococcus Fascians yang berbahaya.

Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan alat pemanas bersuhu tinggi atau incinerator di Balai Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, AM Adnan mengatakan, bibit tersebut diimpor dari Italia.

Baca juga: Warga India Lolos Karantina, Polresta Bandara Soekarno-Hatta Pertebal Penyekatan

Bibir itu pun telah dilengkapi dengan phytosanitary certificate (PC) yang diterbitkan oleh Otoritas Karantina Italia.

"Tapi, komoditas pertanian yang masuk Indonesia setelah diperiksa kelengkapan administrasinya maka dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium, dan hasilnya ternyata positif," jelas Adnan, Kamis (29/4/2021).

Menurutnya, dari hasil uji laboratorium, didapatkan hasil bahwa bibit impor tersebut mengandung bakteri Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Golongan A1.

Baca juga: Pegawai Angkasa Pura II Diduga Jadi Joki Warga India Lolos Karantina dari Bandara Soekarno-Hatta

Bahkan, jenis bakteri ini belum ada di Indonesia.

Bakteri itu juga tidak dapat dilakukan tindakan karantina dan harus dimusnahkan.

"Selanjutnya kami akan mengirimkan notification of non compliance (NNC) ke negara asal, tujuannya supaya ke depan tidak terjadi hal yang sama," jelas Adnan.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved