Breaking News:

Ramadan 2021

Mudik ke Cirebon Naik Perahu Kayu, Ini Cerita Nelayan Cilincing Habiskan Sehari Semalam di Lautan

Sedikitnya delapan perahu nelayan sudah berangkat dari pesisir Cilincing, Jakarta Utara, ke daerah Cirebon, Jawa Barat, selama dua hari belakangan.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Para nelayan Cilincing memilih mudik menggunakan perahu di tengah ketatnya larangan pemerintah selama pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Sedikitnya delapan perahu nelayan sudah berangkat dari pesisir Cilincing, Jakarta Utara, ke daerah Cirebon, Jawa Barat, selama dua hari belakangan.

Delapan perahu yang masing-masing diisi sekitar empat sampai lima nelayan itu melaut menjelang momen Lebaran.

Perjalanan dari pesisir Cilincing menuju ke Cirebon paling cepat memakan waktu sehari semalam.

Hal itu diungkapkan Kurdianto (52), salah seorang nelayan Cilincing yang berulang kali mudik menggunakan perahu.

"Sudah sering sih mudik naik perahu, hampir tiap Lebaran. Dari sini ke Cirebon itu paling cepat sehari semalam," kata Kurdi, sapaannya, saat ditemui di Kampung Nelayan Cilincing, Kamis (29/4/2021).

Suasana di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (29/4/2021). Para nelayan Cilincing memilih mudik menggunakan perahu di tengah ketatnya larangan pemerintah selama pandemi Covid-19.
Suasana di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (29/4/2021). Para nelayan Cilincing memilih mudik menggunakan perahu di tengah ketatnya larangan pemerintah selama pandemi Covid-19. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Para nelayan asal Cirebon yang berdomisili di Cilincing mudik dengan menggunakan perahu kayu yang biasanya dipakai untuk menangkap ikan.

Perahu yang digunakan kebanyakan berukuran 2 GT (gross tonnage), dengan dibekali dua mesin yang mumpuni menerjang laut lepas.

Baca juga: Jelang Seleksi CPNS dan PPPK 2021, BKN Gelar Simulasi Tes CAT SKD, Bisa Dilakukan di Kanreg dan UPT

Baca juga: Anaknya Tewas Disabet Tetangganya Sendiri, Ibu Korban Tak Mau Dendam: Dulu Pelaku Sering ke Sini

Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Bola Malam Ini: Duel Man United Vs AS Roma, Barcelona Vs Granada di Camp Nou

Pengalaman sebagai seorang nelayan selama puluhan tahun membuat Kurdi dan teman-teman sekampungnya sudah paham waktu-waktu berangkat.

Ketika dilihat cuaca sedang bagus-bagusnya, barang tentu para pencari ikan itu akan berangkat mudik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved