Breaking News:

KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

'Orang Kapal Selam itu Pilihan', Perjuangan Serda Pandu Jadi Korps Hiu Kencana Kini Tinggal Kenangan

Serda Pandu diketahui harus menjalani tahapan seleksi dan pelatihan khusus sebelum terjun menjadi korps hiu kencana.

Surya.co.id
Suasana doa bersama di rumah Peltu Wahyudi (ayah Pandu) dan foto Serda Ede Pandu Yudha Kusuma bersama istri. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Perjuangan Serda Ede Pandu Yudha Kusuma masuk korps hiu kencana di KRI Nanggala 402 bukanlah hal mudah.

Serda Pandu diketahui harus menjalani tahapan seleksi dan pelatihan khusus sebelum terjun menjadi korps hiu kencana.

Ia bahkan memutuskan mengejar keinginannya tersebut setelah dua tahun menjadi awak kapal atas.

Untuk diketahui, menjadi awak Korps Hiu Kencana sendiri pun tak mudah.

Sebelum menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana, para prajurit harus melakukan penyelaman, peran berlayar dan bertempur di kapal selam, serta menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal selam beroperasi.

Selain itu, mereka juga harus bisa mendeteksi posisi kawan dan lawan melalui periskop, serta mencoba mengoperasikan alat-alat yang ada di kapal selam seperti alat deteksi dan navigasi lainnya.

Perjuangan Serda Pandu pun tak sia-sia, ia berhasil menjadi Korps Hiu Kencana.

Kini perjuangan Serda Pandu telah menjadi kenangan.

Baca juga: Bayar Zakat Fitrah Bisa Online, Bagaimana Caranya? Simak di Sini Lengkap dengan Niat Zakatnya

Serda Ede Pandu Yudha Kusuma dinyatakan gugur bersama 52 awak lainnya setelah KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan Bali.

Dilansir TribunJakarta dari acara Mata Najwa pada Kamis (29/4), Ibunda Serda Pandu, Sri Endah Lestari menuturkan, sejak kecil Serda Pandu telah bercita-cita menjadi seorang tentara.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved