Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Putar Video Presiden Jokowi di Maumere, Hakim Tegur Kuasa Hukum Rizieq Shihab: Jangan Buang Waktu

Teguran terkait pertanyaan yang diajukan anggota tim kuasa hukum Rizieq kepada dua ahli epidemiologi dihadirkan jadi saks

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tayangan sidang kasus kerumunan warga di Petamburan dan Megamendung beragenda pemeriksaan saksi ahli dari JPU dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (29/4/2021). 

Yakni kepada Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Hariadi Wibisono dan Epidemiolog Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Panji Fortuna yang dihadirkan JPU.

"Pertanyaan saya singkat saja, menurut ilmu epidemiologi kalau di wilayah pandemi satu kerumunan dilarang tapi kerumunan lain dibiarkan apakah itu efektif mengatasi pandemi?" tanya Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (29/4/2021).

Menurut Rizieq selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan, tapi hanya kasusnya yang diproses secara pidana hingga ke pengadilan.

Hariadi lalu menjawab bahwa dia tidak dalam posisi membandingkan penanganan kasus, namun dia menyebut bahwa setiap kebijakan harus dipantau pelaksanaannya.

"Setiap kebijakan mesti dipantau penerapannya, kalau suatu kebijakan tidak bisa diterapkan secara benar di lapangan maka kebijakan itu tidak efektif," ujar Hariadi.

Sementara Panji menjawab bahwa seharusnya setiap kerumunan tidak diperkenankan dalam situasi pandemi Covid-19 karena dapat memicu penularan meluas dan agar penanganan efektif.

Rizieq kembali bertanya apa ada perbedaan antara kerumunan satu kerumunan dengan kerumunan lainnya secara epidemiologi yang membuat beda penanganan kasus hukum.

Baca juga: Kepala Desa Kuta Benarkan Kerumunan Warga di Megamendung Saat Sambut Rizieq Shihab

Baca juga: Jaksa Bawa Saksi Ahli di Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

Baca juga: Bekas Markas FPI Digeledah Usai Munarman Diringkus Polisi, Bagaimana Kondisi Rumah Rizieq Shihab?

"Ada kerumunan Maulid yang diproses hukum sampai sidang, tapi banyak kerumunan Pilkada yang tidak diproses hukum. Apa ada pembedaan bahwa wabah itu tidak akan menular di kerumunan Pilkada?" tanya Rizieq.

Kerumunan pada kegiatan Maulid Nabi dimaksud Rizieq yakni kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar bersamaan dengan pernikahan putri keempatnya pada 14 November 2020 lalu.

Kegiatan yang digelar di Jalan KS Tubun, Kelurahan Petamburan tersebut dihadiri sekitar 5.000 warga, pelanggaran ini membuat Rizieq didakwa melanggar protokol kesehatan.

Menjawab pertanyaan Rizieq, Hariadi menjelaskan bahwa setiap kerumunan berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19 meluas, pun dengan jawaban Panji terkait pertanyaan Rizieq.

"Saya rasa yang meningkatkan risiko itu bukan nama kerumunannya (kegiatan terkait), tapi kerumunannya. Jadi apakah itu Maulid Nabi, apakah kampanye, musik rock kerumunan," kata Panji. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved