Breaking News:

Kinerja Airlangga Paling Dirasakan Masyarakat, Pengaruhi Pilihan Gen Y dan Z Terhadap Golkar

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menempati jajaran teratas dalam kinerja dan program yang dirasakan masyarakat di saat pandemi Covid-19.

Istimewa
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Nama Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menempati jajaran teratas dalam kinerja dan program yang dirasakan masyarakat di saat pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menempati jajaran teratas dalam kinerja dan program yang dirasakan masyarakat di saat pandemi Covid-19.

Hal itu terungkap dalam hasil survei Laboratorium Suara Indonesia yang diilis hari ini, Jumat (30/4/2021)

"Nama Airlangga dinilai sebagai Menteri yang kinerja dan programnya paling dirasakan masyarakat di era Pandemi saat ini," kata Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia, Albertus Dino kepada wartawan, Jumat (30/4/21).

Dalam survei, kata Albertus, kinerja Airlangga Hartarto yang dirasakan masyarakat mencapai 89,60%, diikuti oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan perolehan 78,20%, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 77,20%, Menteri Keuangan Sri Mulyani 77,10%, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 72,10%, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan 70,20%.

"Selanjutnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin kinerjanya dirasakan 68,90%, Menteri ESDM Arifin Tasrif 60,60%, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita 60,10%, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 57,20%, Mensesneg Pratikno 56,20%, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 55,20%, Menteri ESDM 52,70%, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 51,70%," papar Albertus.

Baca juga: Menko Airlangga Ajak Perguruan Tinggi Bersinergi Tingkatkan Daya Saing dan Investasi

"Selanjutnya nama lain sisanya sebanyak 30,20%," tambahnya.

Menurut Albertus, kinerja Airlangga yang moncer tersebut tentunya mempengaruhi pilihan Generasi Y dan Generasi Z terhadap Golkar.

"Hal ini tentu saja mempengaruhi pilihan Gen Y dan Z terhadap Golkar pada Pemilu nanti," jelasnya.

Survei dilakukan tanggal 17-26 April 2021. Teknik penetapan sampel dilakukan adalah probability sampling dengan cara Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responden 1.820 orang berusia (17-25 tahun) dari Generasi Z (lahir pada tahun 1997-2012) dan Generasi milenial (lahir pada tahun 1981-1996) yang berjumlah total 142 juta penduduk.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui sambungan telepon seluler dan Whatsapp Video Call secara langsung di 34 ibu kota Provinsi di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved