Wanita Tunarungu Korban Pelecehan

Lamban Tetapkan Tersangka, Polisi Malah Bawa Korban Pemerkosaan Tunarungu di Bekasi ke Psikiater

Polres Metro Bekasi lamban dalam menetapkan tersangka atas kasus dugaan pemerkosaan wanita tunarungu, korban justru berencana dibawa ke psikiater

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
megapolitan.kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual - Polres Metro Bekasi Kota lamban dalam menetapkan tersangka atas kasus dugaan pemerkosaan wanita tunarungu, korban justru berencana dibawa ke pemeriksaan psikiater 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota lamban dalam menetapkan tersangka atas kasus dugaan pemerkosaan wanita tunarungu, korban justru berencana dibawa ke pemeriksaan psikiater.

Hal ini disampaikan kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GMBI Kota Bekasi Herli, Jumat (30/4/2021).

Herli mengatakan, sejauh ini pihak kepolisian belum menetapkan satu orangpun sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan.

"Semoga penyidik akan secepatnya menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka," kata Herli.

Dia mengungkapkan, rencana membawa korban ke pemeriksaan psikiater merupakan keinginan penyidik memperkuat bukti-bukti.

Ilustrasi pelecehan seksual
Ilustrasi pelecehan seksual (Kompas.com)

"Saya diberitahukan sama penyidik bahwa akan dilakukan pemeriksaan psikiater di Rumah Sakit Polri Kramat Jati," ucapnya.

Alasan penyidik membawa korban ke pemeriksaan psikiater, Herli sendiri belum mengetahui secara pasti.

Namun, beberapa waktu lalu pihak kepolisian memgaku kesulitan karena, jawaban korban kerap berubah-ubah ketika ditanya penyidik.

Baca juga: Anak Kabur dari Rumah Gara-gara Dirudapksa Ayah Kandung, Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Nyambi Jadi Bandar Narkoba, Oknum PNS Dishub Jarang Masuk Kerja, Absennya Setahun

Baca juga: Pilih Waktu yang Tepat, Simak Tips Menjaga Kebugaran dan Kesehatan Selama Ramadan

"Itu alasan kepolisian (jawaban korban berubah-ubah), tapi nanti saya mau temuin penyidik alasannya (korban dibawa ke psikiater) apa," terang dia.

Untuk pemeriksaan psikiater nantinya, korban kata Herli, tetap akan didampingi oleh penerjemah dari PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia).

"Kami terus mengawal proses penanganan perkara ini, supaya ada kejelasan terkait penanganan perkara ini," tegas dia.

Pihak kepolisian sejauh ini belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut soal perkembangan kasus dugaan pemerkosaan wanita tunarungu ini. 

Kronologi Kejadian

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved