Breaking News:

Peduli Terhadap Lingkungan, Yuk Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Kementerian Kominfo mengedukasi milenial untuk peduli terhadap lingkungan melalui Creativetalks Pojok Literasi Cintai Lingkungan

Istimewa
Kementerian Kominfo mengedukasi milenial untuk peduli terhadap lingkungan melalui Creativetalks Pojok Literasi Cintai Lingkungan, Pilah Sampah Dari Rumah Yuk! yang diadakan secara langsung dan disiarkan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kementerian Kominfo mengedukasi milenial untuk peduli terhadap lingkungan melalui Creativetalks Pojok Literasi Cintai Lingkungan, Pilah Sampah Dari Rumah Yuk! yang diadakan secara langsung dan disiarkan secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

Hadir memberikan pidato sambutan sekaligus membuka acara ini Direktur Informasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary yang mewakili Plt. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Mira Tayyiba. Septri menyampaikan bahwa banyak Persoalan sampah memang bukan persoalan yang sederhana di Indonesia. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh milenial salah satunya adalah memilah sampah dari rumah.

“Anak-anak muda sekarang harus segera take action untuk turut serta melakukan pengelolaan sampah, apalagi saat ini Indonesia merupakan negara penghasil limbah plastik terbesar ke dua di dunia.
Gunakan jaringan internet untuk hal-hal bermanfaat. Salah satunya dengan berbelanja barang-barang hasil karya produsen lokal akan turut menggerakkan UMKM, bahkan kita bisa turut memasarkan hasil kreasi kita melalui berbagai marketplace yang ada," kata Septri dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Sementara itu Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Rofi Alhanif menjelaskan bahwa Potret persoalan sampah yang ada di Indonesia bisa digambarkan bahwa sampah yang dapat kita kelola hanya sebesar 2 juta ton, sedangkan sampah yang tidak terkelola sebesar 4,2 juta ton. Hal ini sangat meresahkan, karena sampah-sampah ini sebagian besar berakhir di laut.

"Masalah sampah merupakan tanggung jawab semua orang, karena semua orang turut andil dalam membuang sampah," jelas Rofi.

Baca juga: Komisaris Utama PLN Tinjau Teknologi RDF Untuk Pengolahan Sampah di Rawa Kucing

Baca juga: Teken Kerjasama, Pemkot Tangsel Buang Sampah Warganya ke Serang dengan Biaya Rp 70 Juta Per Hari

Selanjutnya Pengelola Bank Sampah Vida, Bekasi, Nia Kurniasih bercerita tentang Program Bank Sampah Vida Bekasi antara lain program tabungan regular, pendidikan, hari raya, dan sosial. Rencana program kami ke depan adalah pemilihan duta sampah yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Bank Sampah menjadi salah satu solusi pengurangan volume sampah ke TPA. Harapan kami, nantinya anak-anak muda ini dapat menjadi regenerasi yang nantinya dapat menggantikan kami untuk mengelola Bank Sampah Vida Bekasi, agar pengelolaan sampah di lingkungan kami bisa terus berjalan," kata Nia.

Sementara itu Chapter Leader Trash Hero Jakarta, I Gusti Krishna Aditama mengajak generasi muda untuk turut membersihkan sampah.

"Membakar sampah dianggap berbahaya, karena pembakaran sampah dapat melepaskan gas beracun seperti dioxins. Apabila terhirup, dioxins tidak akan bisa keluar dari tubuh kita, jika terakumulasi dalam waktu lama, maka dapat menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker," tutur Krisna.

Kegiatan Webinar Pojok Literasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo diikuti 200 orang peserta yang hadir secara offline dan daring.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved