Penyelidikan Kasus Keracunan Puluhan Santri Pondok Pesantren di Bekasi Masih Berjalan

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, kasus keracunan santri pondok pesantren di Sukawangi masih diselidiki

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Sutterstock via Kompas.com
Ilustrasi keracunan makanan. Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, kasus keracunan santri pondok pesantren di Sukawangi masih dalam penyelidikan. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, kasus keracunan santri pondok pesantren di Sukawangi masih dalam penyelidikan.

"Musibah keracunan di salah satu pesantren di Kecamatan Sukawangi masih kami tangani secara intesif," kata Hendra saat dikonfirmasi, Jumat (30/4/2021).

Hendra memastikan, tidak ada korban jiwa dalam insiden keracunan ini. Hanya saja, 85 santri dan guru pondok pesantren mengalami gejala yang sama.

"Gejalanya mual dan pusing. Tapi untuk korban jiwa tidak ada," ungkapnya.

Tahapan pemeriksaan kata dia, masih terus dilakukan diantaranya warung atau katering makanan diduga penyebab keracunan.

Teramsuk memeriksa sampel makanan yang diduga jadi penyebab keracunan melalui uji laboratorium kesehatan daerah (Labkeada) Kabupaten Bekasi.

"Ini proses pemeriksaan mulai dari pemeriksaan materil makanan itu sendiri kita kerjasama dengan labkesda,"ucapnya.

"Apakah ada bahan makanan yang menyebabkan keracuna tersebut atau tidak, nanti dari labkesda yang menyimpulkan," tambahnya.

Kasus ini lanjut dia, masih ditangani Polsek Tambelang bersama Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi dengan menghadirkan saksi-saksi.

"Kemudian untuk proses pemeriksaannya sedang dilakukan Polsek dengan Satreskrim Polrestro Bekasi," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan santri Yayasan Pondok Pesantren Asshofiani Ahmadi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi mengalami keracunan usai menyantap takjil berbuka puasa.

Baca juga: 70 Santri Pondok Pesantren di Bekasi Keracunan, Diduga Usai Makan Takjil dan Nasi Bungkus

Yeni Eriyani ketua Yayasan Asshofiani Ahmadi menceritakan, peristiwa keracunan ini terjadi pada, Selasa (27/4/2021) lalu.

Secara keseluruhan, jumlah korban yang mengalami gejala mual, muntah, pusing hingga dilarikan ke klinik sebanyak 85 orang termasuk guru pondok pesantren.

Baca juga: Puluhan Santri di Bekasi Keracunan Lontong Sayur dan Es Buah, Begini Kronologi Kejadiannya

"Kebetulan saya enggak makan (takjil), total ada 85 orang termasuk guru-guru yang keracunan," kata Yeni saat dikonfirmasi, Kamis (29/4/2021).

Dia menjelaskan, hidangan berbuka puasa diberikan oleh seorang donatur berupa lontong sayur dan es buah.

Baca juga: Satu Keluarga Keracunan Usai Santap Tumis Kakung yang Dimasak Pakai Oli Motor Saat Buka Puasa

Yeni menduga, kedua makanan itu menjadi sumber puluhan santri di pondok pesantrennya mengalami keracunan.

"Jadi itu takjil lontong sayur dan es buah dipesan oleh donatur, ada 110 porsi yang dikirim ke kami untuk hidangan berbuka," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved