Breaking News:

22 Unit Mobil Travel Gelap Diamankan Sat Lantas Polres Metro Depok Dalam Sepekan

Sebanyak 22 unit minibus travel diamankan Sat Lantas Polres Metro Depok, karena masih nekat mengangkut pemudik dengan tujuan luar daerah.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Andi M Indra Waspada (kedua) dari kiri, didampingi Kasubag Humas Polres Metro Depok, Kompol Supriyadi (kemeja putih, dan beberapa pejabat Dinas Perhubungan Kota Depok mengecek kondisi travel gelap yang terjaring penertiban, Senin (3/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sebanyak 22 unit minibus travel diamankan Sat Lantas Polres Metro Depok, karena masih nekat mengangkut pemudik dengan tujuan luar daerah.

Puluhan unit minibus ini, diamankan petugas dari sejumlah titik dalam kurun waktu satu pekan belakangan ini.

“Travel gelap ini sudah jelas, sudah ada instruksi pemerintah tahun ini akan ada larangan berkaitan mudik,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP M Indra Waspada, saat memimpin ungkap kasusnya di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Senin (3/5/2021).

Andi mengatakan, penindakan mobil travel “gelap” lantaran tak memiliki trayek dan berplat hitam ini tak terbatas waktu, dalam arti bisa kapanpun digelar.

Namun karena berkaitan dengan instruksi dari pemerintah ihwal larangan mudik, Andi mengaku pihaknya lebih gencar melakukan penertiban travel gelap ini.

“Jadi bukan hanya saat larangan mudik kita laksanakan razia, namun kapanpun kita bisa melakukan kegiatan tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 308, tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dengan denda maksimal Rp 500 ribu atau kurungan dua bulan lamanya.

Baca juga: Polres Metro Tangerang Kota Amankan 6 Travel Gelap Jelang Lebaran 2021

Baca juga: Travel Gelap yang Nekat Angkut Pemudik Pulang Kampung Pasang Tarif Di Atas Normal

Baca juga: Siasat Travel Gelap Angkut Pemudik: Promosi di Media Sosial hingga Lewat Jalur Tikus

 “Penjelasan dari Pasal tersebut yaitu setiap orang yang memberikan kendaraan bermotor yang tidak memiliki izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek, itu di Pasal 173 Ayat 1 A,” ucapnya.

 “Artinya apabila travel tersebut tidak memiliki izin trayek, maka dianggap travel itu travel gelap, artinya tidak memiliki izin trayek yaitu ada perbedaan antara plat hitam dan plat kuning. Yang legal plat kuning,”timpalnya lagi.

Dari kegiatan penertiban ini, Andi berujar pihaknya berharap ada efek jera yang dialami oleh para pelaku travel gelap ini.

 “Saya imbau kepada masyarakat khususnya pengguna travel-travel ini artinya bahwa kalau seandainya memang ingin berpergian ke luar kota sebelum tanggal 6 maka harus menggunakan kendaraan yang betul-betul sesuai memiliki izin trayek,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved