Breaking News:

Pemkot Depok Izinkan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri di Masjid

Pelaksanaan Salat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan memenuhi sejumlah aturan, seperti melakukan pembersihan atau desinfeksi ruangan

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Layar tangkap Wali Kota Depok, Mohammad Idris, dalam siaran resmi kanal Youtube pribadinya, Jumat (8/1/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemkot Depok mengizinkan salat Idul Fitri di masjid dengan persingkat waktu, namun melarang Halal Bihalal.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor : 451/203-HUK tentang Penyelenggaran Kegiatan Itikaf, Salat Idul Fitri, dan Perayaan Idul Fitri 1442 H/ 2021.

Dalam SE yang diterbitkan 29 April tersebut, diatur pelaksanaan itikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadan, pelaksanaan Salat Idulfitri, serta perayaan Idulfitri.

Terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri, Pemkot Depok mengimbau agar membentuk kepanitiaan khusus yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Salat Idul Fitri, baik di masjid atau lapangan untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan salat.

Selain itu, panitia mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan salat Idul Fitri, dengan membuat surat pernyataan.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan memenuhi sejumlah aturan, seperti melakukan pembersihan atau desinfeksi ruangan, serta area pelaksanaan salat.

Kemudian, membatasi jumlah pintu masuk atau jalur keluar masuk tempat pelaksanaan salat, guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, hand sanitizer di pintu masuk dan keluar tempat pelaksanaan Salat Idulfitri, menyediakan alat pengecekan suhu bagi para jemaah serta melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali dengan jarak tiga menit.

Jika ditemukan jemaah dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius, tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Selanjutnya, menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus, minimal jarak antar jemaah 1,5 meter, serta membatasi jumlah jemaah paling banyak 30 persen dari kapasitas ruangan yang ada.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Stasiun Tanah Abang Tidak Melayani Naik Turun Penumpang KRL Pada Jam Segini

Baca juga: Kejadian Pilu Kurir Ekspedisi, Panik Hendak Ditodong Pistol Lantaran Paket yang Dibawa Tak Sesuai

Baca juga: Remaja di Depok Dipukuli Hingga Dibacok Orang Tak Dikenal Sampai Terbaring Lemah

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved