Breaking News:

Cegah Penyebaran Covid-19, Polisi Turki Bubarkan Kegiatan Kelompok Anti-Pemerintah

Kepolisian Turki membubarkan secara paksa sejumlah orang anggota organisasi massa yang tengah melakukan iktikaf di sebuah masjid

Editor: Muhammad Zulfikar
Freepik
ilustrasi virus corona 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepolisian Turki membubarkan secara paksa sejumlah orang anggota organisasi massa yang tengah melakukan iktikaf di sebuah masjid. Kejadian yang terjadi di provinsi tenggara Gaziantep itu memicu aksi protes di media sosial.

Disebutkan, anggota Yayasan Furkan, yang kritis terhadap Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa, tengah beribadah dengan melaksanakan iktikaf sepuluh hari terakhir Ramadan pada 3 Mei 2021 ketika polisi tiba dan membubarkannya. Polisi juga sempat menyemprotkan merica agar kegiatan itu dihentikan.

Yayasan tersebut mengatakan bahwa mereka telah mematuhi langkah-langkah COVID-19 dengan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial. Namun, tetap dilarang melakukan kegiatan itu di masjid di masa pembatasan aktivitas sosial.

Alparslan Kuytul, pemimpin Yayasan Furkan yang menjalani hukuman penjara atas tuduhan bermotif politik, sebelumnya mengatakan bahwa mereka akan bersikeras untuk tetap iktikaf di masjid di tengah pembatasan corona.

Baca juga: Umumkan Perceraian, Ini Sejarah Hubungan Bill Gates dan Melinda Gates, 7 Tahun Pacaran Lalu Menikah

Baca juga: Bercerai dengan Melinda Gates Setelah 27 Tahun Bersama, Bill Gates: Kami Putuskan Akhiri Pernikahan

Mereka mengecam intervensi polisi terhadap kegiatan iktikaf itu dan penahanan anggotanya.

"Ini bukan Israel, ini Turki!" kata mereka dilansir TurkisMinute, Selasa (4/5).

"Mereka justru mengizinkan orang berkumpul di stadion, transportasi umum dan pabrik meskipun telah ada kebijakan pembatasan tetapi malah mencegah sekelompok kecil orang beribadah di sebuah masjid," katanya juga.

Pemerintah Turki sebelumnya telah memberlakukan penguncian parsial, dengan wilayah lokal dan memberlakukan jam malam pada akhir pekan dalam upaya untuk mengurangi dampak pandemi pada ekonomi. Penguncian dilakukan secara penuh selama tiga minggu setelah Turki melihat angka infeksi COVID-19 rata-rata sekitar 60.000 per hari selama akhir bulan April kemarin.

Pembatasan baru, yang berlaku pada malam tanggal 29 April dan akan berlangsung hingga 17 Mei, akan melarang orang meninggalkan rumah, kecuali untuk berbelanja bahan makanan atau memenuhi kebutuhan penting lainnya, selama sisa bulan Ramadan serta selama tiga hari Libur Idul Fitri.

Namun, anggota Furkan mengkritik apa yang mereka gambarkan sebagai standar ganda terhadap kelompoknya, dengan mengatakan AKP tidak memberlakukan pembatasan virus corona ketika mengadakan kongres partai dengan dihadiri ribuan orang.

https://www.turkishminute.com/2021/05/03/police-raidmosque-disperse-members-of-anti-govt-religious-group-in-se-turkey/

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved