Breaking News:

Dimas Oky: Membangun Indonesia Dengan Perspektif Persatuan dan Kolaborasi

Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho menyebut transformasi Indonesia menjadi negara maju hanya bisa terwujud melalui persatuan nasional

Istimewa
Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho dalam diskusi Kolaborasi Positif 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho menyebut transformasi Indonesia menjadi negara maju hanya bisa terwujud melalui persatuan nasional dan kolaborasi antar berbagai elemen bangsa.

Indonesia memiliki populasi yang besar dengan usia muda yang produktif dan pertumbuhan sosial ekonomi yang stabil. Potensi sumber daya manusia dan perkembangan teknologi juga terus meningkat. Peran negara adalah mewujudkan potensi ini agar berdampak nyata untuk kesejahteraan rakyat.

“Kuncinya, kesadaran bekerja sama secara inklusif. Pemerintah merangkul seluruh elemen kebangsaan agar bisa terlibat dalam pembangunan. Sebagai bangsa, sudah semestinya kita menjalankan ikhtiar kebersamaan dalam memajukan negara,” ujar Dimas dalam diskusi Kolaborasi Positif, yang dihadiri sejumlah pimpinan komunitas kreatif secara protokol kesehatan di Palembang.

Menurut pengajar Paskasarjana Universitas Airlangga ini, dalam situasi pandemi dan dampak sosial ekonomi yang muncul, pemerintah sebaiknya dapat merangkul dan melakukan gerakan kolektif untuk bersama-sama keluar dari persoalan bersama.

Baca juga: Saat Gubernur Anies Jadi Fotografer Dadakan Abadikan Momen Presiden Jokowi dengan Warga

Baca juga: Survei Sebut 72,6 Persen Publik Simpati Hasil Kerja Keras Presiden Jokowi Atasi Covid-19 dan Ekonomi

"Dalam kajian sosiologi penanganan krisis dikenal istilah meaning making ability. Artinya, dalam situasi krisis, negara sebagai otoritas sah kepemimpinan rakyat harus memiliki kemampuan menjelaskan makna krisis, mengkomunikasikan agenda, sekaligus mempertebal keyakinan rakyat bahwa kita semua akan bersama-sama melewati krisis yang ada," ujar Dimas dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Untuk itu, berkaca perkembangan global saat ini, upaya yang dilakukan pemerintah tidak cukup jika dilakukan seorang diri. Dibutuhkan peran swasta dan masyarakat sipil untuk mengakselerasi kinerja di berbagai sektor.

"Hari ini negara bukan menjadi satu-satunya aktor utama. Di masa transformasi menuju era new politics dan new economy diperlukan kemitraan yang kokoh antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil, termasuk generasi muda dan generasi tua. Hanya dengan bersatu Indonesia bisa maju, itu kunci. Bagaimanapun beratnya, itu tugas yang harus dilakukan oleh negara secara etis dan politis demi mewujudkan kebajikan bersama," tutur Dimas.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved