Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Warga Nekat Mudik Bakal Dikarantina di RSD Stadion Patriot

Rahmat Effendi mengatakan, warga yang nekat mudik dan kembali ke wilayah pascalebaran bakal dikarantina di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
ilustrasi Rahmat Effendi mengatakan, warga yang nekat mudik dan kembali ke wilayah pascalebaran bakal dikarantina di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, warga yang nekat mudik dan kembali ke wilayah pascalebaran bakal dikarantina di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot.

"Kalau ada yang nakal, terus lolos (mudik lebaran), ketika kembali ke sini (Bekasi) kita taruh di GOR (Stadion Patriot)," kata Rahmat Effendi, Selasa (4/5/2021).

Dipilihnya Stadion Patriot Bekasi sebagai tempat karantina lantaran, fasilitas isolasi yang lengkap dan kondisinya saat ini mulai kosong.

"Kondisinya kan kosong sekarang, pasien Covid-19 kita alihkan ke rumah sakit rujukan RSUD tipe di empat wilayah," ungkapnya.

Untuk mekanismenya, Rahmat Effendi menjelaskan, warga yang kedapatan mudik tanpa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) lalu terkena penyekatan akan langsung dilacak.

Ketika sudah kembali ke Bekasi, mereka akan langsung diarahkan melakukan karantin di RSD Stadion Patriot untuk dicek kesehatannya termasuk di-swab tes.

"Dia pulang dari sana (kampung halaman), nah udah langsung kita jemput, kita taruh di situ," ucapnya.

Adapun Kota Bekasi kata dia, melarang warganya mudik Lebaran 2021 sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

Sebagai informasi, kebijakan peniadaan mudik Lebaran 2021 atau Idulfitri 1442 Hijriyah berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

"Saya imbau dan saya nyatakan dalam edaran sesuai dengan instruksi pemerintah pusat bapak Presiden dalam rangka mengendalikan covid tolong untuk tidak coba-coba keluar dari Kota Bekasi," ucapnya.

Pengecualian izin berpergin ke luar daerah saat kebijakan larangan mudik diberlakukan diberikan kepada, orang yang terpaksa keluar daerah untuk kepentingan pekerjaan.

Baca juga: Varian Baru Corona India dan Afsel Ditemukan di Jakarta, Wagub DKI: di Rumah Aja, Jangan Mudik

Kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal dunia, dibuktikan dengan membawa surat kematian.

Ibu hamil dengan pendamping satu orang, orang dengan kepentingan melahirkan dengan pendamping dua orang dan pelayanan kesehatan darurat.

Baca juga: Terjadi Lonjakan Penumpang, Puncak Arus Mudik di Terminal Terpadu Pulogebang Diperkirakan Hari Ini

"Untuk melakukan perjalanan keluar daerah harus mengantongi SIKM, bisa diajukan ke Dinas Perhubungan (Dishub)," tuturnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved