Breaking News:

72 Ribu Benih Lobster Ilegal Diamankan di Bandara Soekarno-Hatta, Senilai Rp 7 Miliar

Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan puluhan ribu benih lobster siap kirim ke Singapura.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Polresta Bandara Soekarno-Hatta saat melakukan ungkap kasus penyelundupan 72.288 benih lobster siap kirim ke negara Singapura, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan puluhan ribu benih lobster siap kirim ke Singapura.

Sebagai informasi, penyelundupan tersebut dilakukan melalui Apron 8 Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (6/4/2021) sekira pukul 15.00 WIB.

Rencananya, sebanyak 72.288 benih lobster tersebut akan diterbangkan ke Singapura menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA-0836.

Baca juga: 72 Ribu Benih Lobster Ilegal Berkedok Sayuran Diciduk di Bandara Soekarno-Hatta

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan, 72.288 benih lobster tersebut bila dirupiahkan bisa mencapai Rp 7.228.800.000.

"Bila ditaksir ini bisa sampai Rp 7 miliar lebih dan ini sangat merugikan negara," jelas Adi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/5/2021).

Rinciannya, dari 72.288 benih lobster, terdapat 72.105 ekor jenis pasir, dan 183 ekor jenis mutiara.

Dalam penyamarannya, para tersangka menggunakan sayuran sebagai kamuflase untuk mengelabui petugas.

Modusnya, satu kantong benih isi benih lobster diikatkan dengan beberapa sayuran selada air.

"Jadi para pelaku ini menutupi kantong benih lobster menggunakan sayuran. Ini akal-akalan para pelaku untuk mengelabui petugas di bandara," ungkap Adi.

Dari pengungkapan tersebut, Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil mengamankan empat tersangka yakni HZ, AFA, DS, dan GAB.

Para tersangka penyelundupan 72.288 benih lobster di Bandara Soekarno-Hatta yang siap kirim ke Singapura, Selasa (4/5/2021).
Para tersangka penyelundupan 72.288 benih lobster di Bandara Soekarno-Hatta yang siap kirim ke Singapura, Selasa (4/5/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA)

Sementara, ada empat orang yang masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

"Keempatnya yang masih kita kejar itu KMW, A, Y, dan M dengan perannya masing-masing," kata Adi.

Para pelaku pun dijerat dengan pasal 88 juncto Pasal 16 ayat (1) dan/atau Pasal 92 Juncto Pasal 26 ayat (1) Undang-undang RI No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dan Pasal 87 juncto Pasal 34 Undang-undang RI No. 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved