Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Ada Varian Baru Corona dari India dan Afsel, Wagub DKI: Lansia dan Anak-anak Jangan Keluar Rumah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta lansia dan anak berusia di bawah 9 tahun untuk tidak keluar rumah imbas dari temuan varian Covid

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta lansia dan anak berusia di bawah 9 tahun untuk tidak keluar rumah imbas dari temuan varian Covid 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta lansia dan anak berusia di bawah 9 tahun untuk tidak keluar rumah.

Imbauan ini diberikan Ariza menanggapi temuan kasus varian baru Covid-19 dari India dan Afrika Selatan di ibu kota.

Pasalnya, kedua jenis virus baru corona itu disebut-sebut lebih cepat penyebarannya.

"Kami minta untuk masyarakat, terlebih anak berusia di bawah 9 tahun dan orang tua di atas 60 tahun tidak melakukan kegiatan di luar rumah," ucap Ariza, Rabu (5/5/2021).

"Sekali lagi, tempat terbaik bagi kita semua warga Jakarta ialah tetap di rumah," tambahnya menjelaskan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Senin (26/4/2021).
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Senin (26/4/2021).   (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA)

Orang nomor dua di DKI ini pun meminta masyarakat tak mudik selama masa libur lebaran.

Menurutnya, hal ini penting agar penularan Covid-19 bisa segera diputus mata rantai penyebarannya.

Baca juga: Viral Foto Nani Cuma Pakai Daster di Penjara, Ternyata Ini Penyebarnya, Sosok Ini Ditegur Polisi

Baca juga: Wagub DKI Ariza Minta Masyarakat Tidak Melakukan Tradisi Ziarah Kubur Jelang Idul Fitri

Baca juga: Cabuli Anak Tiri yang Berusia 12 Tahun, Hukuman Penjara Seusia Korban Menanti Bibit

"Pelaksanaan hari raya dapat dilakukan secara online melalui video call, media sosial, dan segala macamnya," ujar Ariza di Polda Metro Jaya.

Selain itu, politisi Gerindra ini juga mengajak masyarakat membiasakan diri menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Caranya dengan disiplin menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, serta mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir.

"Hidup sehat dan bersih, sehingga kita dapat mengurangi penularan Covid dan memutus mata rantai," ujar Ariza.

Kasus Covid-19 Masih Fluktuatif

Di tengah kasus Covid-19 yang masih fluktuatif di ibu kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah menimbang-nimbang memberi izin pelaksanaan salat Idul Fitri berjemaah.

Walau demikian, nantinya tak semua lokasi bisa menggelar salat Idul Fitri ini.

"Kami mempertimbangkan untuk mengizinkan pelaksanaan salat Id di area terbuka, karena mudah untuk mengatur jaraknya," ucapnya, Selasa (4/5/2021).

Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat-tempat yang diizinkan menggelar salat id pun tengah digodok Pemprov DKI.

"Regulasinya nanti sesuai dengan arahan Surat Edaran Sekda DKI. Jika kondisinya memungkinkan, semoga istiqomah menjaga protokol kesehatan agar ikhtiar kita ini bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah Jumatan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah Jumatan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Perkembangan Covid-19 yang masih fluktuatif ini diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.

Bahkan, anak buah Anies ini menyebut, penambahan kasus Covid-19 di ibu kota cenderung mengalami tren peningkatan.

Baca juga: Istri Driver Ojol di Tangerang Tega Aborsi Anak Kedua karena Takut Jadi Beban Ekonomi 

Baca juga: Tertutup Saat Diperiksa, Terkuak Sosok NA Sering Beri Ini ke Anak-anak Saat Pulang Kampung

Baca juga: Segera Cek Rekening, Tidak Hanya THR PNS dan TNI/Polri, THR Pensiunan Juga Cair

"Dalam dua minggu terakhir terdapat peningkatan kasus aktif yang fluktuatif," kata dia.

Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pada 19 April lalu ada 6.884 kasus aktif di ibu kota dan meningkat menjadi 7.020 kasus aktif pada 3 Mei kemarin.

Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, khususnya jelang perayaan Idul Fitri.

"Padahal, sebulan yang lalu jumlah yang terpapar kasus positif kurang dari seribu dari jumlah saat ini," tuturnya.

Tak lupa ia juga minta masyarakat tetap mematuhi aturan soal pembatasan kapasitas, dimana perkantoran, tempat makan, hingga masjid dibatasi hanya boleh 50 persen dari kapasitas.

Anies Perpanjang PPKM Mikro hingga 17 Mei

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala Mikro hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 558/2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 27/2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT.

Anies menyebut, kebijakan ini diambil demi mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 menjelang dan pascalebaran 2021.

Baca juga: Apakah Ada Alat Covid-19 Daur Ulang di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Penjelasannya

"Ini semua kami lakukan agar potensi kenaikan kasus sebelum lebaran bisa diminimalisir. Namun, pascalebaran kita tidak boleh lengah, karena berkaca pada masa sebelum pandemi, banyak terjadi mobilitas dari daerah ke ibu kota," ucapnya, Selasa (4/5/2021).

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, pascalebaran menjadi momen sangat vital dan paling berisiko.

Baca juga: Wagub Ariza Akui Jalanan Jakarta Makin Macet Meski PPKM Mikro Diterapkan

Baca juga: Efektifitas PPKM Mikro Dinilai Mampu Bangkitkan Kepercayaan Masyarakat

Baca juga: Tekan Kasus Aktif Covid-19 Selama Ramadan, Pemprov DKI Perpanjang PPKM Mikro hingga 3 Mei 2021

"Sehingga seluruh jajaran Forkopimda di DKI, bahkan tetangga kita di daerah penyangga ibu kota juga diajak untuk berkolaborasi dalam mengendalikan mobilitas warga tersebut," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut, penyebaran Covid-19 di ibu kota saat ini masih sangat fluktuatif.

Walau demikian, ia mengakui, ada peningkatan penambahan kasus dalam dua pekan terakhir dibandingkan periode sebelumnya.

Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pada 19 April lalu ada 6.884 kasus aktif di ibu kota dan meningkat menjadi 7.020 kasus aktif pada 3 Mei kemarin.

"Meskipun demikian, situasi masih terkendali, karena ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di Jakarta masih mencukupi," ujarnya.

Bahkan, Widyastuti menyebut, persentase keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 terus mengalami tren penurunan.

Pada 18 April lalu, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi di 106 RS rujukan Covid-19 sebanyak 7.087 unit dan terisi 2.691 atau 38 persen.

Kemudian, tingkat keterisian menjadi 35 persen atau hanya terpakai 2.385 tempat tidur pada 3 Mei kemarin.

Untuk jumlah kapasitas ketersediaan ICU pada 18 April sebanyak 1.056 dan terpakai 500 bed atau 47 persen.

Selanjutnya, persentase turun menjadi 41 persen atau terisi 425 tempat tidur pada 3 Mei.

"Jadi masing-masing ada penurunan tiga persen di tempat tidur isolasi dan 6 persen untuk ICU, sehingga bisa dialihkan untuk pasien non Covid-19," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved