Breaking News:

Pengurus Masjid Usir Jemaah Pakai Masker

Disorot Warganet, Nawir Pemuda yang Ngotot Paksa Lepas Masker Jemaah Masjid Al Amanah Mengaku Kaget

Nawir (23), pemuda yang ngotot paksa jemaah Masjid Al-Amanah Kampung Tanah Apit Bekasi lepas masker kaget jadi sorotan warga internet (warganet).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Nawir (kiri) saat bertemu dengan Roni di Masjid Al-Amanah Bekasi, Rabu (5/5/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Nawir (23), pemuda yang ngotot paksa jemaah Masjid Al-Amanah Kampung Tanah Apit Bekasi lepas masker kaget jadi sorotan warga internet (warganet).

Dalam video yang viral belakangan ini, tersapat tuga aktor antaginonis yang meminta jemaah bernama Roni Octavianto (46) melapas masker.

Ketiga orang itu ialah, Nawir, Ustaz Abdurohman ZR ketua Masjid Al-Amanah Bekasi dan satu pemuda lain bernama Alfa.

Ketiganya rupanya memiliki ikatan keluarga, Nawir dan Alfa merupakan kakak beradik yang memiliki bapak bernama Ustaz Abdurohman ZR.

Saat dijumpai di Masjid Al-Amanah Bekasi, Nawir mengaku kaget saat mengetahui dirinya viral di media sosial tengah beradu argumen dengan Roni.

Bahkan dalam rekaman video viral, aksi arogan sempat ditunjukkan Nawir ketika, berusaha mencopot paksa masker yang dikenakan Roni.

"Kaget begitu viral, nongol di TV orang-orang juga pada nanyaian," kata Nawir, Rabu (5/5/2021).

Dia mengaku baru menggunakan instagram sekitar dua bulan terakhir, sesekali ia sempat menengok sejumlah komentar warganet di beberapa akun yang mengunggah video viralnya.

"Saya punya instagram baru daftar sekitar dua bulan, pas dilihat-lihat trending," ucapnya.

Selain itu, teman-teman serta orang yang mengenalnya kerap menanyakan langsung perihal video viral yang menampilkan dirinya.

"Kadang ada yang wa tapi saya ga tanggapin. Saya juga menyadari kesalahan saya. Dan saya tidak menampik," ucapnya.

Usai video viral yang menunjukkan arogansinya, Nawir mengaku menyesal, dia tidak ingin mengulangi kesalahannya.

Bahkan, dia mengaku sudah bertemu dengan Roni sebanyak dua kali, pada kesempatan itu, pria berusia 23 tahun ini meminta maaf secara langsung.

"Saya minta maaf untuk kedua kalinya, pertama yang tanggal 27 April 2021 (pas hari kejadian) sama hari ini (5/5) di polsek," terang dia.

Baca juga: Sempat Ngotot Suruh Jemaah Lepas Masker, Nawir Pemuda Masjid Al Amanah Bekasi Kini Jadi Duta Masker

Baca juga: Datangi Masjid Al Amanah, Roni yang Videonya Viral Bagikan Masker ke Pengurus Masjid

Baca juga: Ini Dia Sosok Nawir, Pemuda yang Ngotot Paksa Buka Masker Jemaah Masjid Al Amanah Bekasi

Dia saat ini merasa tenang, sebab sikap arogansinya ke jemaah bernama Roni tak berbuntut panjang sampai ke ranah hukum.

Sebagai gantinya, Nawir sekarang didapuk menjadi duta masker oleh Roni. Dia diminta untuk pro-aktif mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes) terutama di Masjid Al-Amanah.

Sebelumnya diberitakan, video pengurus masjid mengusir jemaah yang memakai masker saat hendak salat viral di media sosial.

Rekaman video viral itu terjadi di Masjid Al Amanah, Kampung Tanah Apit, Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Selasa 27 April 2021 siang.

Pria bermasker yang tengah duduk di masjid diusir sejumlah orang diduga pengurus majid Al-Amanah Bekasi.

Diduga pengurus masjid bersama orang lainnya berpakaian kuning dan hitam meminta pria itu melepaskan maskernya saat berada di masjid.

Dalam perkataannya pada video berdurasi 02.20 menit, pengurus masjid itu menyebut aturan di masjid ini tidak boleh memakai masker.

Alasannya, tindakannya itu untuk membedakan antara masjid dan pasar.

Namun, pria bermasker itu enggan membuka penutup hidung dan mulutnya tersebut.

"Silakan keluar saja kalau enggak mau ikut aturan di sini. Jangan salat di sini," ucap pengurus masjid itu.

Pria bermasker itu menjawab bahwa masjid ini tempat umum dan memakai masker sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

"Ini tempat umum, saya cuman mau salat. Saya ikutin aturan pemerintah harus pakai masker, laporin ke polisi aja nih," kata pria itu.

"Ulama juga punya aturan, silakan ke polsek ke kapolsek sana. Kita punya aturan juga, aturan ulama lebih tinggi daripada pemerintah," kata pengurus lainnya.

Dalam akhir video, suasana semakin tegang. Jamaah lainnya berpakaian merah mengusir pria itu agar keluar masjid jika masih tetap memakai masker.

"Mau lu apa, mau lu apa di sini apa susahnya sih buka masker doang. Kita ada aturan," ucapnya.

Perempuan yang berada di belakang pria bermasker itu berusaha melerainya dan mempertanyakan soal aturan dilarang memakai masker di masjid.

Alasannya, aturan melarang pakai masker itu bertentangan dengan pemerintah yang mewajibkan memakai masker sebagai penerapan protokol kesehatan termasuk di masjid.

"Ya udah sabar aja pak, saya tegasin ya ini kan direkam. Berarti masjid ini melarang orang pakai masker ya," kata perempuan tersebut.

Adapun insiden viral jemaah masjid dilarang pakai masker sudah diselesaikan secara damai, Polsek Medan Satria telah menggelar mediasi antara pengurus masjid dan jemaah.

Pengurus masjid bernama Abdurohman ZR serta, jemaah yang dilarang memakai masker dalam video viral bernama Roni Octavianto sepakat menandatangai surat pernyataan.

Dalam surat pernyataan bermaterai itu, pihak pengurus masjid meminta maaf dan berjanji tidak akan melarang jemaah beribadah di Masjid Al-Amanah sambil menggunakan masker.

Kedua belah pihak juga tidak memperpanjang masalah, kasus kemudian diselesaikan secara damai tanpa ada tuntutan atau gugatan ke ranah hukum.

Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat mengatakan, kejadian ini diharapkan menjadi yang terakhir kali.

Pengurus masjid tidak boleh melarang jamaah memakai masker, bahkan harus mewajibkan jamaah memakai masker  karena situasi pandemi corona.

Selain itu, masjid juga menerapkan protokol kesehatan lainnya seperti mencuci tangan, mengecek suhu tubuh dan penyemprotan cairan disinfektan kepada jamaah masjid.

"Maka kita buat kesepakatan bersama, pengurus masjid tidak boleh melarang lagi jamaah pakai masker. Jika ini dilanggar tentu ada konsekuensi hukumnya," tutur dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved