Breaking News:

Ramadan 2021

Keluar Masuk Depok Wajib Miliki Surat Dispensasi, Begini Mekanismenya

Pemerintah Kota Depok memberlakukan Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM) untuk warganya yang hendak mudik

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Vandalisme, trotoar rusak dan terhalan pot tanaman, yang ada di wajah Selamat Datang di Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pemerintah Kota Depok memberlakukan Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM) untuk warganya yang hendak mudik, musabab keperluan yang mendesak.

Surat ini berlaku pada masa pelarangan mudik yang dimulai hari ini hingga tanggal 17 Mei 2021 mendatang.

Dalam surat edaran nomor 443/201.1-Huk/Satgas, Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, surat tersebut akan dikeluarkan oleh Lurah sesuai domisi warga yang mengajukan.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Sudin KPKP Jaksel Belum Temukan Bahan Pangan Mengandung Boraks dan Formalin

"Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dikecualikan dari kebijakan peniadaan mudik, yang akan ke luar wilayah Kota Depok, bentuk dispensasi diberikan dengan Surat Dispensasi Keluar-masuk (SDKM) yang dikeluarkan oleh lurah setempat," ujar Idris dalan surat tersebut, Rabu (5/5/2021).

Lebih lanjut, Idris menjelaskan bahwa setiap warga yang hendak mengajukan surat tersebut, wajib mengisi biodata dengan lengkap seperti nama, tempat tanggal lahir, nomor induk, alamat terkini, hingga kapan dan kemana kota tujuannya.

Baca juga: Pasca Viral Konser Musik di Pasar Minggu, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kesadaran dan Patuhi Aturan

Kemudian, pemohon surat tersebut juga wajib memilih satu dari beberapa alasan yang tertera, di antaranya adalah kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal, hamil atau kepentingan persalinan, atau pelaku perjalanan dengan ketentuan nonmudik lainnya.

Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM) Kota Depok.
Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM) Kota Depok. (ISTIMEWA/Dokumentasi Pemkot Depok)

Ketentuan ini juga berlaku bagi pendatang di Kota Depok, yang harus memiliki surat serupa seperti SDKM dari daerah asalnya.

Idris mengatakan, isolasi mandiri juga berlaku bagi para pendatang selama tiga hari, serta melaporkan diri kepada Satgas Kampung Siaga Tangguh Jaya.

"Selanjutnya melakukan lapor diri kepada RT/RW/Satgas Kampung Siaga Tangguh Jaya yang dituju dan melakukan isolasi mandiri minimal tiga hari," ujarnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved