Breaking News:

Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Mengalami Peningkatan Jelang Penerapan Larangan Mudik

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menginformasikan terjadi kenaikan jumlah penumpang kereta api jarak jauh, menjelang periode larangan mudik

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Suasana Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat jelang periode larangan mudik, Rabu (5/5/2021). 

Ada yang membawa koper, membawa tas ransel, sampai kardus-kardus berisi barang bawaan.

Adapun jumlah tiket Kereta Api jarak jauh yang disediakan oleh PT KAI untuk Rabu, 5 Mei 2021 hari ini, sebanyak 58 ribu tiket.

Dengan tingkat keterisian tempat duduk yang sudah mencapai 89 persen dari kapasitas yang disediakan pada siang hari ini.

Baca juga: Ini Dokumen yang Harus Dibawa Ketika Berpergian saat Aturan Larangan Mudik Lebaran Berlaku 6 Mei

Baca juga: Setelah Larangan Mudik Lebaran, Pemerintah Juga Keluarkan Aturan Larangan Bukber dan Open House

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021 Berlaku Mulai 6 Mei Besok, Ini Syarat Warga yang Boleh Berpergian

Ada Pengecualian Perjalanan

Dilansir dari Tribunnews Rabu (5/5/2021), ada beberapa kriteria perjalanan penumpang Non Mudik yang masih diijinkan pada periode pelarangan mudik besok.

Diantaranya seperti : 

A. ASN, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang melakukan perjalanan dinas. Harus membawa dan melengkapi surat tugas dengan tandatangan basah dan cap basah dari pimpinan instansi atau perusahaan masing-masing.

B. Kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia, ibu hamil dengan satu orang pendamping, kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, dan pelayanan kesehatan yang darurat. Harus ada keterangan dari lurah atau kepala desa setempat.

C. Pekerja migran Indonesia dan mahasiswa atau pelajar di luar negeri, atau pemulangan orang dengan alasan khusus dari pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

D. Orang dengan kepentingan tertentu nonmudik yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Sementara untuk keperluan perjalanan wisata dibatasi kapasitas hanya 50%. 

Wisata antar kota tidak dianjurkan dan diharapkan masyarakat tetap membatasi perjalanan.

Sementara operasional transportasi untuk angkutan KARGO/BARANG dan melayani anggota masyarakat yang melakukan kegiatan NON MUDIK masih bisa beroperasi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved