Ramadan 2021

Wagub DKI Ariza Minta Masyarakat Tidak Melakukan Tradisi Ziarah Kubur Jelang Idul Fitri

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau masyarakat tidak melakukan tradisi ziarah kubur jelang hari raya Idul Fitri.

Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Senin (25/1/2021). Ahmad Riza Patria mengimbau masyarakat tidak melakukan tradisi ziarah kubur jelang hari raya Idul Fitri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau masyarakat tidak melakukan tradisi ziarah kubur jelang hari raya Idul Fitri.

Imbauan ini diberikan Ariza guna mengantisipasi kerumunan yang mungkin terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

"Ziarah kubur tidak mesti dilakukan pada hari raya, bisa dilakukan pada hari-hari lain dalam rangka mengurangi kerumunan," ucapnya, Rabu (5/5/2021).

"Jadi kami minta masyarakat, kegiatan ziarah kubur agar diatur waktunya," tambahnya menjelaskan.

Selain memberi imbauan, politisi Gerindra ini menyebut, pihaknya juga bakal menyiagakan aparat keamanan hingga ke pemakaman.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Selasa (4/5/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Selasa (4/5/2021). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Hal ini dilakukan agar Pemprov DKI tak lagi kecolongan seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu di Pasar Tanah Abang, dimana saat itu pengunjung membludak.

"Kami juga akan hadirkan aparat untuk mengatur agar tidak terjadi kerumunan dan interaksi di Pemakaman," ujarnya di Polda Metro Jaya.

Baca juga: Viral Foto Nani Cuma Pakai Daster di Penjara, Ternyata Ini Penyebarnya, Sosok Ini Ditegur Polisi

Baca juga: Toko Pakaian di Thamrin City Sempat Berkerumunan, Kapolres Metro Jakarta Pusat: Kami Tutup Tokonya

Baca juga: Wali Kota Tangsel Bakal Tegas Bubarkan Kerumunan Pemburu Baju Lebaran di Mal dan Pasar

Selain itu, pembatasan kapasitas juga bakal diterapkan di lokasi Pemakaman agar masyarakat tetap dapat menjaga jarak saat melaksanakan tradisi nyekar.

"Ya semua ada pembatasan, termasuk di Pemakaman. Kami minta ada pembatasan dan (pengunjung) dikurangi," kata Ariza.

Untuk diketahui, kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/5/2021) dan Minggu (2/5/2021) kemarin menjadi sorotan.

Sebab, kerumunan tersebut bisa memicu munculnya klaster baru penularan Covid-19 di ibu kota.

TONTON JUGA

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kecolongan dengan lonjakan jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang yang naik hingga dua kali lipat.

Pada Sabtu (1/5/2021) kemarin, jumlah pengunjung pusat tekstil terbesar di Indonesia ini mencapai 87 ribu orang.

Baca juga: Viral Foto Nani Cuma Pakai Daster di Penjara, Ternyata Ini Penyebarnya, Sosok Ini Ditegur Polisi

Bahkan, pada Minggu (2/5/2021) kemarin, jumlahnya kembali meningkat hingga menembus angka 100 ribu pengunjung.

Padahal, rata-rata jumlah pengunjung di Pasar Tanah Abang hanya berkisar di angka 35 ribu orang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved