Breaking News:

Ramadan 2021

Fraksi PAN Desak Anies Batasi Pengunjung Tempat Wisata 25 Persen Selama Larangan Mudik

Selain mencegah kerumunan, pembukaan dengan batasan pengunjung ini juga bertujuan agar roda perekonomian tetap berjalan

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Bendahara Fraksi PAN DPRD DKI Farazandi Fidinansyah saat ditemui di gedung DPRD DKI, Kamis (6/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan memperketat protokol kesehatan selama masa larangan mudik 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Hal ini dilakukan guna mencegah meroketnya kasus Covid-19 di ibu kota pascalebaran.

"Dinas Pariwisata bisa tetap membuka tempat wisata, tetapi kapasitas pengunjungnya dikurangi menjadi 25 sampai 30 persen agar kawasan wisata tetap nyaman dan bisa memaksimal protokol kesehatan soal jaga jarak," ucap Bendahara Fraksi PAN DPRD DKI Farazandi Fidinansyah, Kamis (6/5/2021).

Selama masa larangan mudik, destinasi wisata di ibu kota dipastikan bakal diserbu masyarakat.

Pasalnya, masyarakat yang tidak bisa mudik otomatis memilih menghabiskan waktu libur lebaran bersama keluarga di tempat-tempat wisata.

"Ancol, Ragunan, TMII akan menjadi tujuan utama masyarakat dalam menghabiskan libur lebaran," ujarnya di DPRD DKI.

Selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro, pembatasan pengunjung memang sudah dilakukan.

Baca juga: Apakah Boleh Mudik Usai Batas Waktu Larangan Mudik Lebaran Selesai 17 Mei? Ini Respon Kemenhub

Namun, pembatasan yang dilakukan hanya 50 persen dari kapasitas tempat wisata itu.

"Di momen-momen tertentu pemberlakukan kapasitas 50 persen masih menimbulkan dan kerumunan," kata dia.

Baca juga: Mudik ke Pangandaran, Susi Pudjiastuti dan Cucu Tiba di Bandara Halim: Naik Pesawat Sendiri

Selain mencegah kerumunan, pembukaan dengan batasan pengunjung ini juga bertujuan agar roda perekonomian tetap berjalan.

Terlebih, perekonomian di ibu kota sempat ambruk akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu.

Baca juga: Bikin Hemat Gas! Coba Tips Masak Rendang Pakai Rice Cooker, Daging Empuk dan Bumbu Meresap

"Di lain sisi kita juga harus memastikan roda perekonomian tetap berjalan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved