Kekaisaran Sunda Nusantara

Reaksi Istri Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara Di 'Markasnya', Adik Beri Pernyataan Mengejutkan

Reaksi ditunjukkan oleh wanita yang mengaku istri dari Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara saat markas kerajaan tersebut banyak didatangi awak media.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Elga H Putra
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Markas Kekaisaran Sunda Nusantara di Jalan Ciliwung, Beji, Kota Depok, Kamis (6/5/2021). Reaksi ditunjukan oleh wanita yang mengaku istri dari Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara saat markas kerajaan tersebut banyak didatangi awak media. 

"Anggotanya banyak, bisa jadi ke situ (ribuan orang)," kata Rusdi Karepesina saat dihubungi wartawan, Kamis (6/5/2021).

Rusdi menyebut Kekaisaran Sunda Nusantara berbeda dengan Sunda Empire.

Menurutnya, Kekaisaran Sunda Nusantara tidak pernah secara sengaja mendeklarasikan diri di hadapan publik.

"Kita nggak heboh-heboh kayak Sunda Empire, kita nggak kayak gitu," ungkap dia.

Rusdi Karepesina mengatakan Kekaisaran Sunda Nusantara juga memiliki kantor.

Ia pun membeberkan lokasinya.

"Kantornya tadinya di Tangerang, tapi sudah ditarik di rumah pimpinan kita di Depok, di Jalan Ciliwung," kata Rusdi.

Rusdi mengungkapkan, pimpinan Kekaisaran Sunda Nusantara bernama Alex Ahmad Hadi.

Jayadi, adik ipar dari Alex Ahmad Hadi Ngala yang disebut-sebut sebagai Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, saat dijumpai wartawan, Kamis (6/5/2021).
Jayadi, adik ipar dari Alex Ahmad Hadi Ngala yang disebut-sebut sebagai Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, saat dijumpai wartawan, Kamis (6/5/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

"Kalau bapak ke Jalan Ciliwung itu pasti tahu. Wali Kota juga tahu kok," tutur dia.

Menurutnya, warga sekitar tidak tahu bahwa Alex Ahmad Hadi menjabat sebagai pimpinan Kekaisaran Sunda Nusantara.

"Mereka pada nggak tahu dia jadi pimpinan kekaisaran. Mereka tahunya hanya tinggal di situ," ujar Rusdi.

Sementara itu, Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Kompol Akmal mengatakan pengemudi Pajero Sport Rusdi Karepesina diduga mengalami gangguan jiwa.

"Itu yang masih kita dalami karena ya bisa saja itu gangguan psikis menganggap ada negara," kata Akmal saat dikonfirmasi, Kamis (6/5/2021).

Akmal menyebut polisi bakal melakukan tes kejiwaaan kepada pengemudi Pajero itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved